Home Ekbis Desain Tugu Muda Asem Raih Juara Lomba Batik Semarangan

Desain Tugu Muda Asem Raih Juara Lomba Batik Semarangan

84
0
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Litani Satyawati bersama dewan juri saat melihat dari dekat hasil penjurian dan pemenang lomba desain batik Semarang yang diikuti puluhan peserta. 
           Semarang, 7/10 (BeritaJateng.net) – Desain ikon kuntul, Tugu Muda dan asem milik Dwi Rahayu Subekti menjadi juara dalam Lomba Desain Batik Semarang yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang.
           Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UM Litani Satyawati. Menurutnya, lomba digelar guna melestarikan motif batik semarangan yang dibuka sejak 11 hingga 20 September lalu.
            “Kami berharap lomba ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan kecintaan masyarakat terhadap keberadaan khasanah nusantara yang perlu untuk terus digali, khususnya di Kota Semarang melalui Motif Batik Semarang,” terangnya.
             Dijelaskan, penjurian sudah dilakukan dari tim dewan juri yang terdiri dari kalangan pakar batik. Adapun juara kedua adalah Gerin Natalino An Raufi dengan motif Jagat Semarang dan juara tiga diraih Joko Sunarto dengan ide motif juga Jagad Semarangan.
             Sedangkan juara harapan dibagikan kepada Deddy Award (Batik Dugderan), Elvin Okta (parang Sekar Arang) dan R Chandra Suryawan (Kawung Semarang). Total peserta dalam lomba ini mencapai 55 orang dimana desain motif batik dapat dibuat secara manual (gambar tangan) atau menggunakan aplikasi pengolah grafis komputer (CorelDraw, Photoshop, Ai).
           Ditambahkan, hampir semua desain batik yang dikirimkan memiliki kualitas yang sangat baik. Karenanya pihaknya akan menindaklanjuti dengan adanya pembinaan terhadap desainer maupun perajin batik lainnya di kota ini.
            “Kami akan gelar seminar mengenai batik pada 17 Oktober mendatang sekaligus sebagai tindaklanjut langkah pembinaan kepada perajin dan desainer,” tukasnya.
             Sebanyak 6 orang pemenang yang terpilih, memperoleh hadiah berupa piala, sertifikat, dan uang pembinaan sebesar Rp4 juta untuk juara I, uang sebesar Rp3,5 juta untuk juara II, uang sebesar Rp3 juta untuk juara 3 dan 3 orang juara harapan masing-masing akan memperoleh Rp1,5 juta.
              Litani menegaskan, meski baru pertama digelar, pihaknya akan secara rutin setiap tahun menggelar lomba serupa demi mewadahi ide dan kreativitas desainer.
             Selain itu juga untuk melestarikan motif batik Semarangan yang selama ini cukup kalah bersaing dengan motif batik dari daerah lain. Pemenang lomba, Dwi Rahayu Subekti menjelaskan jika dipilihnya kuntul, Tugu Muda dan asem sebagai dasar desain utama karena ketiganya merupakan ikon Kota Semarang.
            “Sebagai ikon, tentu harus dipertahankan dan diimplementasikan dalam berbagai hal salah satunya desain batik ini. Saya mencoba memasukkan ikon itu sebagai isen-isen,” tuturnya. (El)