Home Lintas Jateng Desa Kartikajaya Jadi Sekolah Laut Penanggulangan Bencana

Desa Kartikajaya Jadi Sekolah Laut Penanggulangan Bencana

99
0
Desa Kartikajaya Jadi Sekolah Laut Penanggulangan Bencana
Pelatihan SAR di Desa Kartikajaya
        KENDAL, 31/10 (BeritaJateng.net) — Desa Kartika Jaya Kecamatan Patebon akan dijadikan sebagai pilot projek Sekolah Laut Gerakan Penanggulangan Resiko Bencana di Kabupaten Kendal. Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal Sigit Sulistyo saat sosialisasi Sekolah Laut yang diadakan di Aula BPBD Kendal Senin 30 Oktober 2017.
         Sosialisasi Sekolah Laut diikuti aparatur dan masyarakat. Materi sosialisasi yang disampaikan terkait ancaman bencana pesisir dan mitigasi bencana, mangrove untuk kehidupan, dan  pengembangan ekowisata dengan mangrove dan terumbu karang. “Tahun ini hanya kawasan Kartika Jaya, karena sebagai pilot projek, tapi ada kemungkinan akan dikembangkan ke kawasan lain, seperti di Rowosari atau Kaliwungu,” katanya.
         Pelaksanaan Sekolah Laut akan diadakan selama 3 hari, tanggal 1-3 November 2017 di Balai Desa Kartika Jaya Kec Patebon yang diikuti 30 relawan desa setempat. Tujuan utamanya yaitu menghindari abrasi laut, sehingga materi utamanya tentang penanaman mangrove, pelatihan memanfaatkan air hujan dan pemanfaatan tanaman mangrove.
         Puncak kegiatan ini akan diadakan apel bersama/ bersih-bersih pantai dan penanaman mangrove di Desa Kartika Jaya Patebon pada 19 November 2017 yang melibatkan 1000 peserta. “Permasalahan di Kartika Jaya itu karena adanya abrasi, sehingga untuk pencegahan harus digalakkan penanaman mangrove,” ujarnya.
         Sekda Kendal Moh Toha yang membuka Sosialisasi Sekolah Laut mengatakan, upaya pengelolaan pesisir dan laut harus dilakukan dengan maksimal. Untuk itu harus ada komitmen bersama antara aparatur dan masyarakat agar mendukung pengelolaan pesisir dan laut. Dikatakan, sejak tahun 2012.
           kejadian bencana dari tahun ke tahun makin meningkat. Tingkat kerugian yang ditimbulkan bencana juga makin meningkat. Bencana timbul akibat degradasi lingkungan, sehingga kondisi lingkungan harus dibenahi. “
             Sekda Toha mengatakan, saat ini Indonesia sedang mempromosikan gerakan pengurangan resiko bencana. Salah satunya dengan mengadakan Sekolah Laut supaya ada kebersamaan masyarakat untuk mencegah bencana. “Yang paling penting itu harus ada semangat gotong-royong dari semua pihak untuk bersama-sama mengurangi terjadinya resiko bencana,” harapnya. (ST/EL)