Home Lintas Jateng Desa Kaliyoso Diharapkan Jadi Sentra Penghasil Kedelai

Desa Kaliyoso Diharapkan Jadi Sentra Penghasil Kedelai

image

Kendal, 5/5 (Beritajateng.net)-Kebutuhan akan kedelai di Indonesia ternyata masih rendah, yakni hanya sebesar tiga puluh persen saja. Sedangkan tujuh puluh persen yang lainnya Indonesia masih impor kedelai. Dari sekitar dua juta ton per tahun, kebutuhan kedelai baru hanya mencapai 950 ribu ton saja.

Hal tersebut dikatakakan Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko saat kunjungannnya ke Kendal dalam rangka ikut memanen kedelai bersama petani di Desa Kaliyoso Kecamatan Kangkung Kendal, Selasa (5/5).

Ia berharap dengan adanya kekurangan 70 persen tersebut, tidak sepenuhnya dipenuhi dari impor kedelai dari luar. Sebab, tidak memotivasi para petani untuk kembali menanam kedelai. Menurutnya, sentra penghasil kedelai yang ada di desa Kaliyoso Kecamatan Kangkung, tiap satu hektar sawah yang ditanami kedelai, hanya mampu menghasilkan 2,5 ton kedelai kering.

“Dari sinilah seharusnya kebutuhan akan kedelai di tingkat nasional, bisa terpenuhi dan tidak sepenuhnya mengandalkan impor kedelai,” katanya.

Wagub mengatakan dalam panen raya kedelai dengan varietas unggul ini pemerintah seyogyanya memberikan kesempatan kepada para petani. Dimaksudkan agar bisa memenuhi kekurangan kebutuhan nasional.“Jika kebutuhan ditingkat nasional hanya terpenuhi sekitar 30 persen saja, maka kekurangan sekitar 70 persen tidak akan langsung terpenuhi kalau hanya mengandalkan dari impor saja,” tegasnya.

Sedangkan, di Jawa Tengah sendiri, untuk hasil panen jagung dan kedelai telah mampu melampaui target. Bahkan, tahun 2013 lalu ada sebanyak 99 ribu ton yang dihasilkan. Serta tahun 2014 mengalami kenaikan sebanyak 125 ribu ton.“Seharusnya untuk mencapai target di tahun 2015, diharapkan dari Dinas Pertanian setempat agar mengupayakan pemanfaatan lahan perhutani dan perkebunan untuk dapat ditanami kedelai,” tandas Heru Sudjatmoko.

Terpisah, Bupati Widya Kandi Susanti mengatakan para petani di Kendal khususnya di desa Kaliyoso kebanyakan petani menanam tembakau. Namun, hasil produksi tanaman tersebut menjadi berkurang. Akhirnya, petani mulai beralih ke tanaman kedelai.

“Tahun 2015 ini bagi kabupaten Kendal merupakan kebangkitan untuk menuju kemajuan. Salah satunya dengan dibuktikannya keberhasilan dalam bidang pertanian. Petani kedelai saat ini mampu memanen secara serentak,” ungkapnya. (BJ19)