Home Headline Densus 88 Ringkus Pelaku Terduga Teroris

Densus 88 Ringkus Pelaku Terduga Teroris

Ilustrasi

Jakarta, 24/12 (BeritaJateng.net) – Tim Gabungan dari Densus 88 Anti Teror dan Subdit III Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) Ditreskrimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum) Polda Metro Jaya, telah menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana teror.

Petugas berhasil menangkap sejumlah pelaku di tempat dan waktu yang berbeda. Kali pertama petugas mengamankan seorang bernama Arif Hodayatullah alias Abu Mush’ab (31) warga Sabrang Lor, Rt. 007 Rw. 008, Desa Mojosongo, Kec. Jebres Kota Surakarta.

Arif alias Abu Mush’ab dimankan oleh petugas di gerbang pintu masuk Perumahan Taman Harapan Baru, Bekasi, pada hari Rabu (23/12) sekira pukul 07.15 WIB.

Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui Arif alias Abu Mush’ab mengaku menerima perintah dari seseorang yang bernama Bahrunnaim alias Abu Aisyah untuk memfasilitasi pengiriman WNI ke negara Suriah.

Selain itu, Arif alias Abu Mush’ah juga mempunyai peran sebagai koordinator dengan menerima dana dari Bahrunnaim alias Abu Aisyah. Dana itu diduga diperolehnya melalui istri kedua dari Arif yang bernama Lina.

Kemudian, ia menyiapkan atau menyediakan kos sebagai tempat penginapan untuk seorang yang bernama Nur Rohman dan Andika.

Sementara Nur Rohman dan Andika, keduanya berperan sebagai seorang yang membelanjakan bahan-bahan peledak, dan sekaligus sebagai perakit atau pembuat bom.

Setelah dilakukan penangkapan terhadap Arif, petugas selanjutnya melakukan pengembangan dan penyelidikan hingga akhirnya mengarah kepada seorang warga negara asing, bernama Alli alias Faris.

Alli diringkus oleh petugas pada hari Rabu (23/12), sekitar pukul 16.30 WIB di sebuah kos yang terletak di Perumahan Boulevard Hijau, Taman Harapan Indah, Bekasi.

Alli merupakan WNA Uighur dan hinga saat ini belum diketahui identitas sebenarnya, pasalnya saat dilakukan penangkapan ia mengaku tak memiliki sebuah paspor.

Namun demikian, ia diduga menggunakan identitas palsu atas nama Fariz Kusuma (35), warga Jalan R.A. Kartini Gang Hambali Rt. 003 Rw. 024, Desa Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Alli diduga akan bersama-sama membuat bahan peledak, dan bersedia menjadi “pengantin” (pelaku bom bunuh diri).

Kedatangannya ke Indonesia ini dibawa oleh Nur Rohman melalui Batam. Kurang lebih selama 2 bulan lamanya, ia berada di Jakarta. Sebelum di Indonesia ia pernah berada di Bangkok, Thailand, lalu ke Malaysia sebelum akhirnya memasuki Indonesia.

Sebelumnya, petugas menemukan sejumlah barang bukti dari tempat tinggal Arif alias Abu Mus’ab. Berikut beberapa diantaranya yang disita petugas: sebuah fotocopy buku kursus peledakan, sebuah KTP atas nama Arif Hodayatullah, sebuah SIM A dan C atas nama Arif Hodayatullah, sebuah NPWP atas Arif Hodayatullah, sebuah E-KTP atas nama Nur Rohman, 3 buah ATM dari berbagai bank, 1 buku tabungan, 2 laptop dari berbagai merk dan 2 handphone berbagai jenis serta sejumlah barang bukti lainnya.

Hingga saat ini petugas masih melakukan proses pemeriksaan dan pengembangan terkait penangkapan sejumlah orang yang diduga terlibat aksi teror tersebut. (BJ)