Home Headline Dengan Empat Pilar Kebangsaan Tangkal Radikalisme

Dengan Empat Pilar Kebangsaan Tangkal Radikalisme

573

SEMARANG, 29/11 (Beritajateng.net) – Pemahaman dan pengamalan Empat Pilar Kebangsaan diyakini bisa meredam meluasnya paham Radikalisme. Berkembangnya paham Radikalisme bisa memunculkan terorisme. Penyebaran paham radikal saat ini melalui banyak saluran, salah satunya adalah melalui media sosil.

Anggota DPR dan MPR RI, AS Sukawijaya mengatakan radikalisme itu bisa saja disusupkan secara langsung maupun melalui dunia maya. Artinya bisa melalui pertemuan-pertemuan maupun melalui media sosial. Media sosial menjadi salah satu hal yang begitu diantisipasi, karena hampir tak ada generasi muda yang tak memiliki akun media sosial. Baik itu Facebook, instagram, twitter.

“Media sosial harus difilter, diawasi. Cara melawan radikalisme melalui media yang sama. Maka disosialisasikan wawasan kebangsaan dan empat pilar kebangsaan,” kata pria yang juga akrab di sapa Yoyok Sukawi pada sosialisasi empat pilar kebangsaan di Hotel Aularis Semarang, Jumat (29/11).

Hadir di acara tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wahyu Winarto, Ketua dan anggota karangtaruna serta anak-anak muda Kota Semarang.
Yoyok menjelaskan empat pilar kebangsaan yang ditekankan adalah pengamalan pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.

Sosialisais keempatnya tidak bisa hanya dilakukan dalam tatap muka berupa seminar semata. Namun harus dilakukan di semua lini. Misalnya, bisa saja guru/dosen menyisipkan pendidikan empat pilar kebangsaan tersebut di semua materi pelajaran sekolah maupun perkuliahan.

Di sisi lain, sosialisasi harus juga menyentuh kalangan milenial yakni melalui media sosial. “Semua anak-anak muda hampir pasti memiliki medsos. Maka sosialisasi juga dilakukan di ranah itu,” ujar Sekretaris DPD Partai Demokrat Jateng ini.

Maka, dalam sosialisasi tersebut, peserta yang merupakan anak-anak muda diajak mengikuti sejumlah permainan. Diantaranya tanya jawab soal sila-sila pancasila, perihal sejarah kemerdekaan NKRI, hingga persoalan sosial kemasyarakatan.

Yoyok juga menegaskan agar generasi muda tetap menjaga jiwa gorong royong. Budaya itu merupakan asli milik Indonesia namun saat ini ditengarai luntur di wilayah perkotaan.

“Mari kita tingkatkan lagi budaya gotong royong. Hal-hal positif seperti ini harus kita jaga bersama,” ujarnya.

(NK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here