Home Headline Dendam Kesumat, Panji Bacok Teman SD

Dendam Kesumat, Panji Bacok Teman SD

176
0
           Demak, 7/12 (BeritaJateng.net) –  Memendam dendam sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, tepatnya Tujuh tahun silam, dua orang pemuda penuh dengan tato disekitar tubuhnya ini, nekat menganiaya teman SD nya dengan menggunakan parang yang mengakibatkan luka dibagian kepala hingga mendapatkan 39 jahitan.
            Panji Pujiatmoko (19) warga Pamongan, Guntur, Kabupaten Demak  terpaksa harus berurusan dengan pihak Kepolisian Polres Demak, pasalnya dirinya dibantu seorang temannya Isa Maulana (20) yang juga tetangganya sendiri telah melakukan tindakan penganiayaan kepada  Ahmad Lutfil Hakim (19), warga Kawung sukorejo, Guntur, Demak, hingga mengakibatkan luka dibagian kepala dan terpaksa harus mendapatkan 39 jahitan.
           Menurut pengakuan tersangka, dirinya nekat melakukan perbuatan tersebut lantaran tidak kuat menahan dendam yang dia pendam sejak masih duduk di kelas 6 SD.
           “Saya pernah dicakar pada bagian muka dan dijambak rambut saya dihadapan banyak orang, saya kan malu,” ucap Panji.
           Lantaran teringat akan kejadian tersebut, Panji mengajak Isa untuk medatangi rumah korban, namun sebelumnya mereka berdua minum miras dahulu. Sesampainya di rumah korban kemudian tersangka Isa langsung masuk kedalam rumah korban lantas mengayunkan parang ke kepala korban, dimana korban sedang dalam keadaan tidur.
           “Saya hanya lihat dari samping ketika Isa membacok kepala korban, karena korban berteriak minta tolong, saya berdua langsung keluar melarikan diri,” tandas Panji.
           Sementara itu menurut Kapolres Demak, AKBP Sonny Irawan, membenarkan penganiayaan yang didasari dendam tersebut.
           “Bahwasanya kejadian tersebut buntut dari dendam yang terpendam tersangka terhadap korban sewaktu masih duduk di bangku SD,” tutur AKBP Sonny Irawan.
           Kapolres menambahkan, dari keterangan salah satu tersangka, Panji, dirinya seharusnya akan melakukan proses pernikahan pada hari Rabu kemarin, namun terlibat kasus penganiayaan, acara pernikahan tersebut tidak jadi digelar.
           “Iya benar, seharusnya tersangka Panji melakukan proses pernikahan, namun tidak jadi, lantaran terlebih dahulu diamankan anggota kami yang berada di Polsek Guntur,” pungkas Kapolres. (Bw/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here