Home News Update Demonstran Rusuh, Polisi Evakuasi Ketua KPU

Demonstran Rusuh, Polisi Evakuasi Ketua KPU

IMG_9934

Kendal, 25/8 (BeritaJateng.net) – Ratusan demonstran menuntut Pilkada agar diulang, berlangsung ricuh dan anarkis. Mereka menyerang sebuah Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kendal dengan cara brutal, Selasa (25/8).

Kerusuhan massa yang diikuti berbagai elemen masyarakat Kendal, disertai dengan melakukan aksi penjarahan dan pembakaran di sepanjang kota. Tidak berlangsung lama, polisi bersenjatakan lengkap datang bertindak cepat untuk menghalau massa.

Petugas akhirnya melumpuhkan massa yang semakin membabi buta dan tidak terkendali dengan cara memberikan tembakan ke kaki para demonstran. Kondisi emosi dan luapan kekecewaan massa tak terbendung lagi, meski akhirnya berhasil dipukul mundur oleh satuan unit Sabhara dan satuan Brimob.

Situasi kota Kendal yang terlihat genting dan mencekam, saat terjadi pengrusakan dan penjarahan membuat beberapa masyarakat sekitar tidak berani keluar dari rumah masing-masing. Tapi, setelah petugas berhasil melumpuhkan para demonstran akhirnya situasi kota berangsur-angsur normal kembali.

IMG_9868

Sebelumnya, ratusan massa melakukan unjuk rasa di depan kantor KPU Kendal untuk meminta agar pross pelaksanaan Pilkada di ulang kembali. Namun, emosi massa menjadi tidak terkendali. Sehingga berujung pada perbuatan anarkis, membuat polisi pasukan pengendali massa ini harus bekerja ekstra keras menghalau dan membubarkan demonstran.

Ketua KPU Kendal lalu diamankan petugas polisi dengan menggunakan mobil kendaraan Baracuda, sebab situasi semakin genting. Lemparan batu dari massa membuat suasana semakin kacau, petugas terpaksa menerjunkan satuan satwa anjing untuk menghalau. Pendemo tidak bergeming dan terus melawan hingga akhirnya polisi menembakan air dari mobil Water Canon.

Massa yang berhasil dipukul mundur, kembali melawan begitu datang massa tambahan ikut melakukan aksi perlawanan terhadap polisi. Pasukan bantuan Brimob Polda Jawa Tengah diturunkan untuk menghalau massa meninggalkan kantor KPU Kendal. Aksi di depan kantor KPU Kendal terus melebar hingga terjadi aksi penjarahan dan perusakan oleh massa yang sudah terprovokasi.

Massa menjarah mobil pengangkut sembako dan membakar di tengah jalan. Polisi yang menerima informasi kerusuhan bertindak tegas dengan menerjunkan tim Gegana bersenjata lengkap. Satu persatu perusuh dan penjarah dilumpuhkan dengan tembakan ke arah kaki dan membawa ke rumah sakit dan sebagian lagi di tangkap lalu diamankan.

Kondisi dan situasi yang diceritakan diatas bukanlah kejadian sesungguhnya, melainkan proses simulasi pengamanan kerusuhan Pilkada 2015 yang dijadwalkan digelar bulan Desember mendatang.

Kapolres Kendal AKBP Widi Atmoko mengatakan simulasi ini sebagai bentuk antisipasi jika menghadapi situasi yang serupa. “Tugas pengamanan memang menjadi tanggungjawab kepolisian namun dengan bantuan dari sejumlah pihak seperti  TNI Satpol PP dan masyarakat bisa mengantisipasi kerawanan yang terjadi saat pilkada,” katanya.

Lanjutnya, sebagai pengayom dan pelayan masyarakat polisi mengedepankan tindakan secara preventif dan profesional jika mendapati kejadian yang sekiranya melawan hukum. Pendekatan terhadap lintas sektoral maupun masyarakat luas sangat dibutuhkan. Terlebih, apabila komunikasi dan silaturahmi yang terus terjaga dengan baik, tidak akan terjadi kerusuhan.

IMG_9879

“Kami selalu mengingatkan kepada seluruh anggota personel polisi untuk bisa mensyukuri dan menikmati tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam mengemban amanah sesuai dengan undang-undang yang ada,” imbuh Kapolres.

Ditambahkan, dalam pengamanan Pilkada Kendal ini setidaknya da sebanyak 520 personil polisi yang sudah siap sedia memberikan pengamanan dan menciptakan situasi yang aman dan kondusif agar tidak terjadi hal-hal yang sekiranya merugikan khalayak umum.

“Dalam pengamanan Pilkada ini, Polri juga dibantu sejumlah pihak seperti TNI, Satpol PP, Petugas Damkar dan instansi lainnya dengan jumlah total 800 personil. Sementara untuk pasukan Brimob, rencananya akan diturunkan jika memang terjadi kerusuhan massa yang menuju ke tindak anarkis,” tandas Kapolres.(BJ019)