Home News Update Demo Mahasiswa Tolak Kenaikkan Harga BBM Berujung Ricuh

Demo Mahasiswa Tolak Kenaikkan Harga BBM Berujung Ricuh

400
0
Puluhan mahasiswa yang berdemo menolak kenaikkan harga BBM dan biaya lainnya, terlibat adu dorong dan saling pukul dengan petugas kepolisian yang berjaga di Kantor Gubernuran Jawa Tengah.
SEMARANG, 12/01 (BeritaJateng.net) – Aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah, Kamis (12/01/2017) berakhir ricuh. Mahasiswa yang berdemo terlibat saling dorong, hingga saling pukul dengan petugas kepolisian yang berjaga di Kantor Gubernuran tersebut.
Aksi bakar ban juga dilakukan para pengunjuk rasa, namun didesak mundur oleh petugas kepolisian dan berujung ricuh. Puluhan mahasiswa yang tergabung dari aliansi BEM Universitas di Semarang, mengambil sikap dengan berdemo menolak kenaikan BBM.
Tak hanya itu, mereka juga menyatakan penolakan  atas kebijakan pemerintah yang tak hanya menaikkan harga BBM, namun tarif dasar listrik, hingga biaya pengurusan surat-surat kendaraan.
Mereka menilai dengan adanya kenaikan harga maupun biaya pada sejumlah kebutuhan tersebut, dinilai sangat meresahkan masyarakat. Dampak dari kenaikkan harga yang dirasa dilakukan secara serentak tersebut, sangat berpengaruh besar pada ekonomi masyarakat.
“Kami menolak atas kenaikkan harga BBM dan biaya-biaya lainnya yang juga mengalami kenaikkan. Itu sangat memberatkan masyarakat. apalagi kebijakan pemerintah ini dirasa secara serentak, jadi meresahkan masyarakat. Dampaknya sangat dirasakan masyarakat, apalagi kalangan menengah kebawah, ini sangat memberatkan kita,” terang Presiden BEM Unissula, Muhammad Diaz Saktiawan.
Dengan aksi yang dilakukan puluhan mahasiswa tersebut, mereka menuntut dan mendesak pemerintah, untuk dapat segera mencabut kebijakan atas kenaikkan sejumlah harga yang dirasa meresahkan masyarakat. (ED/EL)