Home Hiburan Demak Dalam Puisi, Cara PWI Demak Satukan Pejabat dan Rakyat

Demak Dalam Puisi, Cara PWI Demak Satukan Pejabat dan Rakyat

2160
0
Pembacaan puisi salah satu anggota PWI Demak.

Aku tahu
Kini kau sedang menangis pilu
Merasakan luka yang tak sembuh sembuh
Negeriku…..hapus air matamu
Pandanglah Kota Wali ini
yang selalu mengaji di malam hari
yakin berkah suci turun dari illahi robbi…..

Itulah penggalan bait puisi yang dibacakan oleh Bupati Demak, M Natsir, saat acara Demak Dalam Puisi, Senin (30/5/2018) malam.

Puisi berjudul Tersenyumlah Negeriku itu , mampu menghipnotis hadirin yang
memadati Taman Pendopo Demak tempat berlangsungnya acara bertajuk ‘ Dari Kota Wali Untuk Negeri’, yang digagas oleh PWI Demak bekerjasama dengan KPU Demak dan Universitas Sultan Fatah Demak.

Bukan hanya bupati, Forkominda yang hadir dalam acara itu, juga didaulat maju membacakan puisinya.

Dalam temaram lampu taman dan beberapa lampu sorot, nuansa pembacaan puisi oleh para insan garis depan Kota Wali itupun berlangsung khidmat.

Demak Dalam Puisi, Cara PWI Demak Satukan Pejabat dan Rakyat

Bait demi bait puisi di bacakan dengan penuh penjiwaan dalam iringan musik instrumental yang dibawakan secara live oleh crew musik dari Polres Demak.

Sebelumnya, acara dibuka oleh group rebana Polres Demak yang membawakan lagu lagu qosidah dengan penuh penghayatan. Para tamu yang berdatanganpun disuguhi pemandangan alam terbuka dan gemercik air yang muncrat ke atas di tengah tengah Taman Pendopo kebanggaan Demak.

Bupati Demak, M Natsir, menyatakan bahwa, acara Demak Dalam Puisi dapat dijadian spirit dalam membangun Demak. Acara kesenian, seperti pembacaan puisi ini, dapat dipakai dalam pola pendekatan kepada masyarakat.

“Demak Dalam Puisi ini, bisa jadi wadah untuk mengembangkan karya sastra di Kota Demak. Ini langkah yang baik untuk kemajuan kesenian kita. Saya berharap kegiatan semacam ini bisa terus berkelanjutan,” tutur Bupati Natsir.

Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwa, Dandim 0716 Demak, Letkol Infantri Abi Kusnianto, Sekda Demak, Singgih Setyono, Wakil Ketua DPRD Muntohar, Rektor Unisfat, Suemy, yang hadir pada acara tersebut juga antusias membawakan puisi karya mereka di hadapan tamu undangan.

Sedangkan dari KPU Demak selain hadir untuk manggung puisi, juga membawa amanah lain yakni memberikan sosialisasi Pilgub Jateng. Alih alih menyampaikan sosialisasi dengan metode ceramah seperti pada umumnya, kali ini Sebagai perwakilan KPU Demak, Hastin Atas Asih , Komisioner KPU Demak divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, justru menyampaikan sosialisasi dan himbauan kepada para pemilih dalam bentuk puisi yang dibawakannya dengan penuh penghayatan.

Selain pembacaan puisi oleh Forkominda Demak, sejumlah tamu undangan juga turut membacakan puisi mereka, diantaranya Arif Sudaryanto, Ketua Dewan Kesenian Demak, Perwakilan Muslimat NU, Perwakilan Aisyah, Kemenag Demak serta dari Komunitas Rumah Kita (Koruki) Demak.

Sedangkan dari PWI Demak, pembacaan puisi diwakili oleh Ari Bubut yang berjudul ‘Lir Ilir dalam Kenangan. Bendahara PWI Demak itu, sekaligus didaulat memandu jalannya acara.

Suasana berlangsung cair dan penuh keakraban. Sejumlah hadirin, bahkan tidak beranjak dari tempat duduknya hingga acara selesai.

Ketua PWI Demak, Hasan Hamid, mengatakan, acara Demak Dalam Puisi salah satu upaya untuk ikut menggairahkan kesenian di Demak dan sekaligus sarana menjalin tali silaturahmi, sehingga antara pejabat dan rakyat tidak ada lagi sekat.

“Puisi itu bisa jadi sarana untuk mengasah nurani dan belajar untuk menalar. Puisi yang dibacakan ini, nantinya akan kami kumpulkan dan dibukukan,” kata Hasan. (El)