Home Headline Debit Air Embung Menipis, 4 Hektar Sawah Terancam Puso

Debit Air Embung Menipis, 4 Hektar Sawah Terancam Puso

1629
Debit Air Embung Menipis, 4 Hektar Sawah Terancam Puso
         Demak, 30/8 (BeritaJateng.net) – Musim kemarau panjang yang melanda Kelurahan Sayung, Kabupaten Demak, membuat tak sedikit para petani yang merasa was-was, lantaran stok air untuk kebutuhan pertanian semakin menipis.
      Guna mendapatkan air untuk pengairan lahan pertanian milik warga Desa Sayung, saat sekarang ini hanya mengandalkan sumber air buatan atau biasa disebut embung seluas 100 persegi dengan kedalaman 6 meter, dimana kondisi sekarang debit air di embung tersebut semakin menipis.
       Menurut salah satu petani yang sekaligus ketua RW 07 Dukuh Lengkong, Muhdun, mengatakan, dirinya harus dibantu warga lainnya untuk mendapatkan air di embung tersebut, pasalnya debit air hanya tinggal seperempat saja.
       “Kami harus saling membantu untuk mendapatkan air di embung tersebut, lantaran airnya tinggal sedikit,” ucap Mahdun.
       Kondisi kemarau kali ini tergolong sangat panjang, hampir selama 6 bulan belum juga turun hujan lebat, sehingga lahan persawahan belum bisa ditanami padi.
        “Lahan saya sementara ditanami palawija, dimana tidak terlalu banyak membutuhkan air,” kata ketua RW 07.
       Sementara itu menurut Kepala Desa Sayung, Munawir mengatakan, embung yang berada di dusun Lengkong, merupakan alternatif terakhir bagi para petani untuk mengairi lahan pertaniannya, hal ini disebabkan Pamsimas didaerahnya tidak lancar alirannya.
        “Embung merupakan langkah terakhir petani untuk mengairi sawah mereka, Pamsimas tidak bisa diandalkan,” tegas Munawir.
        Akibat dari kemarau panjang yang terjadi tahun ini, 4 hektar sawah di wilayah Desa Sayung terancam puso, dirinya berharap pemerintah Kabupaten Demak terjun langsung untuk meminimalisir dampak musim kemarau terutama dalam bidang pertanian.
         “Yang kami butuhkan sekarang bantuan air untuk kebutuhan keluarga dan air untuk kebutuhan pertanian,” pungkas Lurah Sayung.(BW/El)