Home Headline Debat Pilwalkot Surakarta II, Pengamat: Tak Imbang!

Debat Pilwalkot Surakarta II, Pengamat: Tak Imbang!

222
Anggota AMSI Jateng di Semarang melakukan Cek fakta Debat Paslon Pilwalkot Surakarta 2020.

Semarang, 4/12 (BeritaJateng.net) – Debat Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Surakarta 2020 putaran II yang digelar KPU Kota Surakarta, Kamis (3/12) menarik perhatian.

Salah satunya dari Pengamat politik Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Drs. Joko J. Prihatmoko M.Si. Ia menilai tidak imbang penyampaian dan kemampuan berargumen kedua paslon. Menurutnya, pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa lebih unggul dalam penajaman visi misi dan program unggulan paslon.

“Sebuah kampanye yang baik, paling tidak harus menyampaikan data berbasis ‘SMART’, yakni Spesifik, Measurable atau terukur, Aktual atau terkini, Really atau nyata dan Time table atau terjadwal. Dari lima hal tersebut, kedua paslon tidak menyampaikan pendapat yang terukur dan time table,” ujar Joko.

Joko menyoroti pendapat paslon No. 1 di setiap segmen yang dinilai lebih terarah. “Antara keduanya memang kurang berbobot dalam penyampaian, tapi paslon nomor 2 ini gak ketemu diakal,” lanjutnya.

Seperti saat calon Walikota Surakarta, Bagyo Wahyono menyampaikan program rencana membuat sungai bawah tanah, didalamnya belum ada kajian mendalam terkait karakteristik tanah, hingga menyinggung sejarah yang salah.

Kedua paslon juga tidak menyebut target atau jadwal dalam setiap visi misinya. Misal pembangunan fly over yang di klaim Gibran akan diteruskan jika memimpin kota Surakarta. Ia justru tidak menyebut kapan waktu dan target penyelesaiannya. “Biasanya akan dijelaskan paslon, pembangunan akan selesai pada 5 tahun pertama. Tapi keduanya tidak menjelaskan time tablenya,” kata Joko.

Kalau melihat seperti itu, lanjutnya, visi misi setelah salah satu paslon terpilih, nantinya akan menjadi RPJMD yang sifatnya mengikat. “Yang diutarakan itu adalah janji yang harus ditagih. Tapi dalam debat ini, sayangnya tidak disebutkan targetnya,” tegasnya.

Menurut Joko, dari dua paslon Pilwalkot Surakarta, Paslon nomor urut 1 Gibran-Teguh setidaknya telah memberikan data yang cukup spesifik, aktual dan nyata. Sedangkan paslon nomor urut 2 Bagyo Wahyono- F.X. Supardjo (Bajo) sama sekali tidak memenuhi syarat kampanye ‘SMART’ dalam debat kali ini. (El)