Home Lintas Jateng Data Pemilih Amburadul, KPU Pekalongan Diminta Kerja Profesional 

Data Pemilih Amburadul, KPU Pekalongan Diminta Kerja Profesional 

4763
KPU Jateng Minta Pengusaha Berikan Waktu Pekerja untuk Pencoblosan
        KAJEN, 14/8 (BeritaJateng.net) – Sejumlah partai politik di Kabupaten Pekalongan, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pekalongan bekerja secara profesional terkait amburadulnya data pemilih. Hal tersebut penting dilakukan agar tercipta pesta demokrasi sesuai harapan masyarakat.
        “Kami selaku partai maupun masyarakat tidak mengingkan pesta demokrasi berjalan tidak fair hanya gara-gara data pemilih tidak sesuai. Ini sangat penting, jangan sampai ada kecurangan di dalam penyelenggaraan pemilu,” kata Sekretaris PDIP Kabupaten Pekalongan Sumarrosul.
         Menurutnya, ketidak sesuaian data pemilih bisa menyebabkan tercorengnya pesta demokrasi di Kota Santri karena bisa jadi dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggungjawab.
        “Berdasarkan pengalaman dan pantauan kami di lapangan dalam pelaksanaan Pilbub tahun lalu saja masih ditemukan data pemilih tidak sesuai. Bahkan disinyalir adanya pemilih siluman. Betapa tidak orang sudah meninggal dan di luar kota bisa terdaftar dan menggunakan hak suarannya. Ini sangat aneh,” ucapnya.
        Dikatakannya, jika KPU Kabupaten Pekalongan tidak menjalankan amanah Undang-undang dengan baik, pihaknya siap melakukan gugatan ke jalur hukum. Kami tidak akan main-main. Karena pesta demokrasi itu bukan mainan. “Itu adalah harapan masyarakat yang muaranya demi kepentingan masyarakat sendiri,” tegasnya.
        Ketua KPU Kabupaten Pekalongan Mudasir mengatakan, dirinya akan bekerja secara profesional bukan hanya karena mendapatkan masukan dari Panwas Kabupaten Pekalongan saja. Menurutnya, banyak hal yang membuat data pemilih berubah setiap saat, karena orang meninggal itu bisa terjadi kapan saja.
“Data pemilih sudah kami lakukan perbaikan,” ujarnya.
        Sementara itu berdasarkan pengamatan Suara Merdeka di lapangan, dari 19 kecamatan yang ada di Kota Santri hanya 5 kecamatan saja yang telah melakukan perbaikan data pemilih. Padahal saat ini sudah memasuki pendataan data pemilih di tingkat kecamatan. Selain itu dari beberapa surat yang dilayangkan, Panwas Kabupaten Pekalongan masih menunggu jawaban perbaikan oleh KPU Kabupaten Pekalongan.
         Tidak hanya itu, setelah adanya pemberitaan tentang ini termuat KPU Kabupaten Pekalongan juga mengirimkan undangan atau berencana mengumpulkan sejumlah perwakilan partai politik pada Rabu (15/8) besok, untuk pembahasan data pemilih. (ST/El)