Home News Update Data Pedagang di Semarang Sengaja Digelembungkan ?

Data Pedagang di Semarang Sengaja Digelembungkan ?

ilustrasi
image
Ilustrasi

Semarang, 11/1 (BeritaJateng.net) – Dinas Pasar Kota Semarang, Jawa Tengah, membantah adanya penggelembungan data jumlah pedagang Pasar Bulu yang dikeluhkan pedagang berkaitan dengan penataan los pedagang di pasar itu.

“Kami kemarin sudah kumpulkan para pedagang di Pasar Bulu, termasuk pedagang daging yang katanya hanya 50 pedagang,” kata Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko di Semarang, Minggu.

Ia menjelaskan pihaknya kemudian melakukan pencocokan data pedagang dari Dinas Pasar dengan data yang dipegang para pedagang Pasar Bulu, dan tidak ada perbedaan antara kedua data tersebut.

Menurut dia, ada kesalahan persepsi dari para pedagang terkait dengan pendataan yang dilakukan Dinas Pasar, seperti jumlah pedagang yang diberikan tempat di los basah Pasar Bulu Semarang.

“Mereka (pedagang, red.) kan bilang jumlah pedagang daging hanya 50 orang, kenapa membengkak jadi 104 orang? Memang benar jumlah pedagang daging ada 50 orang. Khusus pedagang daging sapi,” tukasnya.

Padahal, kata dia, los basah yang disediakan bagi 104 pedagang itu tidak hanya diperuntukkan bagi pedagang daging, melainkan pedagang-pedagang lain, seperti ikan, ayam, dan sebagainya.

“Pemahaman pedagang itu (los basah, red.) hanya khusus pedagang daging sapi. Ya, kalau pedagang daging sapi memang segitu. Tetapi, kan ada pedagang ayam, ikan, yang ditempatkan di situ,” katanya.

Oleh karena itu, Trijoto mengakui sudah tidak ada persoalan berkaitan dengan masalah data pedagang karena sudah dilakukan pertemuan dengan pedagang untuk pengecekan dan pencocokan data.

“Kalau untuk kerusakan-kerusakan fasilitas di Pasar Bulu, sudah kami cek. Masalah kebocoran itu kan karena talang airnya, hanya satu kotak, tidak terlalu besar. Sudah kami betulkan,” katanya.

Dengan target penempatan kembali pedagang ke Pasar Bulu Semarang pada 15 Januari 2015, Trijoto optimistis para pedagang sudah bisa kembali ke dalam pasar untuk berjualan sebagaimana biasanya.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menemukan sejumlah kerusakan fasilitas di Pasar Bulu yang baru selesai dibangun dan belum ditempati pedagang, dan memerintahkan segera memperbaikinya.

Dari kalangan legislatif, Komisi D DPRD Kota Semarang juga melakukan inspeksi mendadak di Pasar Bulu dan menemukan berbagai masalah yang harus segera diselesaikan oleh Dinas Pasar setempat.

“Banyak yang harus dibenahi sebelum ditempati para pedagang, mulai masalah penataan para pedagang hingga fasilitas-fasilitas umumnya,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Mualim.

Pada kesempatan itu, DPRD Kota Semarang juga mendapatkan keluhan pedagang yang merasa ada penggelembungan data dari Dinas Pasar, seperti jumlah pedagang daging dari 50 menjadi 104 pedagang. (Ant/BJ)