Home Ekbis Dari Bakery Restaurant Kapal Pesiar Hingga Home Made Pizza

Dari Bakery Restaurant Kapal Pesiar Hingga Home Made Pizza

Semarang, 13/12 (BeritaJateng.net) Pemilik industri home made ‘Pizza Cozy’ yang bernama lengkap Faisal Gunawan atau Faisal memanfaatkan sedikit ruang kosong dekat dapur rumahnya.

Berawal dari inisiatifnya dalam memanfaatkan waktu luangnya untuk beraktivitas pada masa liburan di rumah setelah 8 bulan berlayar. Ia mulai membuka usaha pizza dari pesanan tetangga, bazar food area perumahan hingga akhirnya sekarang melayani order di kawasan kota Semarang. Hal ini juga didukung dengan pekerjaannya sebagai ‘bakery restaurant’ di sebuah kapal pesiar luar negeri.

Awalnya, ia menerima pesanan order 25 porsi pizza dari salah satu sekolah yang berlokasi di Jalan Pemuda Semarang pada tanggal 20 Maret 2015 lalu, Faisal yang juga bekerja di cruise line ini sangat memperhatikan cita rasa pizza buatannya.

Standar rasa dan olahan adonan kelas international, harga dan variasi selera Indonesia sangat diperhatikan Faisal.

Untuk lebih membedakan dengan yang lain, Pizza Cozy masih melayani delivery order, mulai dari 1 porsi hingga untuk acara-acara tertentu, karena pizza dibuat saat ada pesanan, termasuk adonannya atau a new dough for a new day dan bukan ready stock.

“Pizza Cozy baru melayani delivery service tujuannya agar pelanggan yang tidak bisa meninggalkan aktifitas kerja atau karena lokasi rumah yang jauh dari pusat keramaian dan sebab lain masih tetap bisa pesan lewat nomor atau hot line Pizza Cozy dan pembayarannya pun cash on delivery (setelah diterima),” ujar Faisal.

Menurut Faisal hal terpenting dalam sebuah usaha adalah cash flow produk yang ada atau cara memasarkan produk agar pemasukan selalu stabil. Ia menggunakan alat komunikasi yang makin beragam dan sudah membudaya lewat internet, seperti BB, Facebook dan sejenisnya untuk penjualannya.

Pizza Cozy memilih jalur pemasarannya melalui media tersebut karena lebih efektif, meski lewat food bazar atau yang sejenis juga kadang dilakukan, seperti yang telah dilakukan akhir bulan November lalu di hotel, Jalan Sisingamangaraja.

Faisal menganggap kendala yang dijumpai selama proses usaha adalah wajar dan hal itu menjadi masukan yang baik agar sebuah usaha tidak layu sebelum berkembang.

“Faktor peralatan mesin oven yang memadai adalah kendala utama saat awal membuka usaha yang kini sudah memiliki 2 oven pizza, masing-masing berkapasitas 10 porsi sekali oven,” terangnya.

Pizza

Pizza Cozy lebih memilih customer oriented, lanjut Faisal, daripada product oriented, artinya mengikuti keinginan pembeli meski antara satu pembeli dengan pembeli lain keinginannya berbeda (ada yang ingin pizzanya tipis, ada yang ingin tebal, ada pizza yang rasanya sedikit pedas atau manis, dll)

Selama bekerja di hotel dan kapal pesiar, Faisal terbiasa dengan standar rasa dan produk yang berkualitas. Dengan harga jual yang terlalu tinggi tentunya sangat sulit bersaing dengan produk rumahan sejenis.

Namun Faisal tetap optimis dengan bahan baku lokal pilihan, Pizza Cozy selalu menjaga kualitas rasa dan membuat varian baru tetapi masih dengan harga yang terjangkau bagi semua pelanggan, seperti calzone, cannoli, dan arrancine.

Perlu diketahui bahwa Pizza Cozy bangga menggunakan keju mozarella buatan boyolali yang rasanya lebih nendang…….!! Faisal juga mengungkapkan, jenis atau varian Pizza Cozy yang banyak diminati pembeli, terutama anak-anak adalah Original Pizza.

“Bagi yang suka kombinasi dengan buah nanas, lebih memilih Hawaiian Pizza. Mungkin hanya di Pizza Cozy yang punya topping ikan salmon segar dengan harga jual Rp 60.000,-,” ungkapnya.

Pada tahun 2016 mendatang, Pizza Cozy juga berencana membuka tempat yang bisa untuk ‘dine in’ atau makan di tempat tanpa meninggalkan konsep delivery service seperti saat ini sedang berjalan. (BJT01)