Home Ekbis Daop 5 Purwokerto siap Menampung Limpahan Angkutan Semen

Daop 5 Purwokerto siap Menampung Limpahan Angkutan Semen

Ilustrasi

IlustrasiPurwokerto, 29/1 (Beritajateng.net) – PT KAI Daop 5 Purwokerto, Jawa Tengah, siap menampung limpahan angkutan semen dari jalan raya jika program pengalihan angkutan semen dari truk ke kereta api dijalankan.

“Kami siap menerima limpahan angkutan semen dari jalan raya, baik yang berangkat ke daerah lain maupun yang datang dari daerah lain. Untuk itu, di samping kesiapan sarana meliputi gerbong dan lokomotif, PT KAI Daop 5 Purwokerto juga menawarkan beberapa titik stasiun yang cukup strategis untuk angkutan semen,” kata Manajer Komunikasi Perusahaan PT KAI Daop 5 Purwokerto Surono di Purwokerto, Kamis.

Menurut dia, di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto terdapat empat stasiun yang memenuhi kriteria untuk angkutan semen, seperti ketersediaan lahan yang luas untuk area bongkar muat maupun gudang dan kemudahan akses jalan raya kelas I.

Ia mengatakan bahwa empat stasiun itu terdiri atas Stasiun Purworejo, Stasiun Randegan, Stasiun Notog, dan Stasiun Prupuk. Misalnya, Stasiun Purworejo sangat strategis untuk dijadikan tujuan angkutan semen, baik dari Jawa Barat maupun Jawa Timur.

“Stasiun yang selama lima tahun terakhir tidak dioperasikan ini masih memiliki lahan seluas lebih dari 100.000 meter persegi dan bisa dijadikan sebagai pusat distribusi semen untuk Kabupaten Purworejo, Magelang, maupun Kebumen,” katanya.

Selain Stasiun Purworejo, kata dia, Stasiun Randegan yang memiliki lahan seluas 58.000 meter persegi dan Stasiun Notog dengan luas lahan 65.000 meter persegi sangat strategis untuk mendistribusikan semen ke Kabupaten Banyumas, Cilacap, dan Purbalingga.

Sementara itu, Stasiun Prupuk dengan luas lahan 100.000 meter persegi, lanjut dia, sangat strategis untuk mendistribusikan semen ke Kabupaten Brebes dan Tegal bagian selatan.

Terkait dengan ketersediaan sarana, dia mengatakan bahwa saat ini sudah tidak menjadi permasalahan bagi PT KAI karena jumlah lokomotif dan armada gerbong yang ada telah mencukupi kebutuhan.

“Bahkan, PT KAI akan mendatangkan 50 lokomotif lagi pada tahun 2015 untuk memperkuat angkutan barang,” katanya.

Surono mengatakan bahwa kesiapan PT KAI Daop 5 Purwokerto menampung limpahan angkutan semen dari jalan raya itu didasarkan pada pernyataan yang disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin dalam rapat koordinasi dengan Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang belum lama ini.

Dalam rapat koordinasi tersebut, kata dia, terungkap bahwa pemerintah akan mengalihkan angkutan semen dari jalan raya ke kereta api sebagai upaya untuk mereduksi kerusakan jalan raya.

Berdasarkan data, disebutkan bahwa angkutan semen dengan truk di wilayah Jateng selama 2014 mencapai 2,19 juta ton dengan jumlah truk sebanyak 58.428 kendaraan.

Jika dirata-rata, setiap harinya ada 160 truk yang membawa 6.024 ton semen atau setiap truk membawa beban 37,65 ton.

Beban berat serta intensitas tinggi dari kendaraan pengangkut semen ini dituding sebagai penyebab utama kerusakan jalan, di samping komoditas angkutan pasir yang menduduki rangking kedua angkutan barang di Jateng dengan volume 1,3 juta ton pada tahun 2014.

“Menurut Kadinhubkominfo Jateng Urip Sihabudin, solusi permasalahan tersebut adalah dengan mengalihkan muatan semen dari jalan raya ke kereta api. Hal ini dapat dilaksanakan dengan menyiapkan ‘dry port’ atau ‘lay down’ area untuk menempatkan muatan yang akan dimuat atau dibongkar dari KA,” kata Surono.(ant/bj02)