D’Animatic Lahirkan Animatir-animator Muda

D'Animatic Lahirkan Animatir-animator Muda
             Semarang, 31/5 (BeritaJateng.net) – Kekayaan Indonesia yang besar dari berbagai potensi memang harus terus digali dan tetap mengedepankan kreativitas serta inovasi. Karena jika potensi ini terus dioptimalkan akan meningkatkan daya saing Indonesia di masa depan. Salah satu sektor yang mulai berkembang pesat di industri kreatif tanah air adalah sektor animasi.
              Program Studi (prodi) S1 Terapan Animasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mempelopori sebuah kegiatan yang ingin mendorong kontribusi industri kreatif, khususnya sektor animasi. Lomba Animasi tingkat Nasional “D’Animatic” digelar sejak November 2016, dan batas akhir penyerahan karya adalah 20 Mei 2017 lalu, untuk tingkat pelajar SMP-SMA/SMK di seluruh Indonesia.
              Di acara penganugerahan D’Animatic yang dilaksanakan pada Selasa (30/5) di Atrium Citraland Mall ini, akan memberikan penghargaan pada pemenang di beberapa nominasi.
                 “Lomba ini untuk memberikan wadah kreasi, sekaligus ruang apresiasi bagi lahirnya karya-karya animasi anak bangsa yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing,” papar Deddy Award, S.Sn, M.Pd selaku Ketua Pelaksana.
             Menjaring sekitar 29 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, diantaranya dari kota Kudus, Malang, Tulungagung, hingga Bogor, panitia akhirnya meloloskan 20 karya animasi yang akan dinobatkan menjadi pemenang.
                Lomba D’Animatic ini dibagi menjadi dua kategori, yakni kategori Animasi Empat Sekawan dan Animasi dengan Tema Bebas. Karakter Empat Sekawan ini merupakan maskot Udinus, yaitu Udin, Dian, Nunus, dan Toro.
                 Peserta diharuskan membuat film animasi dalam bentuk visualisasi 2D maupun 3D, dengan tema petualangan dan persahabatan. Karya peserta telah dinilai dewan juri Sugiyanto Kaprogdi S1 Terapan Animasi Udinus, pelaku sektor Animasi dari Dreamlight divisi Dreamtoon, serta praktisi film dari Jogjakarta, pada 21-27 Mei lalu.
                Adapun poin penilaian adalah kesesuaian tema dengan konsep cerita yang diusung, teknik pembuatan karya animasi, sinematografi, nilai artistic, dan nilai etika. (El)

Tulis Komentar Pertama