Home Headline Dana Saksi Pilgub Rp. 15 Miliar Dibebankan Ganjar-Yasin

Dana Saksi Pilgub Rp. 15 Miliar Dibebankan Ganjar-Yasin

293
0

SEMARANG, 27/5 (beritajateng.net) – Pasangan Calon Gubernur Jateng yang diusung koalisi PDI Perjuangan, PPP,  Partai Golkar,  Nasdem dan Demokrat Ganjar Pranowo – Taj Yasin Maimoen dibebankan anggaran dana saksi sebesar Rp. 15 miliar. Dana tersebut kegunaannya adalah untuk honor saksi, operasional rekapitulasi suara dan pengamana suara. 

“Dana saksi sebanyak itu berasal dari pasangan calon sedangkan DPD menyiapkan dana untuk pelatihan saksi,” ungkap Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDI Perjuangan Jawa Tengah Saiful Hadi disela sela Rakorda BSPN, minggu (27/5).

Saiful menjelaskan, PDI Perjuangan menyiapkan saksi sebanyak 138.224 orang. Saksi itu masing masing bertugas di 63.973 TPS dimana satu TPS ditugaskan 2 orang saksi yang dikoordinir oleh kordes. Sehingga di Jateng ada 8.559 koordinator desa.

“Masih ditambah saksi di PPK yang berjumlah 3 orang. Jateng terdiri dari 573 kecamatan, jadi saksi di PPK semuanya ada  1.719 orang,” jelas Saiful. 

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Kusriyanto mengatakan, dari pelaksanaan Rakorda ini dimaksudkan untuk memastikan kesiapan saksi karena mempunyai peran yang sangat signifikan dalam pemenangan pilgub yabg akan datang. 

“Kami ingin memastikan semua saksi untuk Pilgub sudah terekrut semua,” ungkapnya saat membuka acara di Panti Marhaen, Minggu (27/5).

Lebih lanjut politisi yang akrab disapa Bambang Krebo ini menjelaskan, rakorda merupakan bagian dari konsolidasi  untuk memenangkan Pilgub dan Pemilu legislatif serta Pilpres 2019 mendatang. 
Pada ujungnya agenda besarnya adalah untuk mencapai kesejahteraan rakyat. 

“Problematika yang sering terjadi adalah soal saksi. Saksinya belum ada, saksi datang terlambat, saksi pulang dulu padahal proses belum selesai dan saksi tidak tahu apa yang harus disiapkan dan dibawa pulang,” jelasnya. 

Persoalan tuntut menuntut di Mahkamah Konstitusi, lanjut Krebo, diakibatkan kita sering tidak memiliki data otentik hasil pemilu. Disinilah pentingnya saksi.

“Karena hal tersebut maka DPP membentuk Badan Saksi Pemilihan Umum Nasional (BSPB) Untuk seluruh pemilihan umum termasuk pilkada,” urainya.

Selain soal saksi, hal lain yang sedang disiapkan DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah adalah kamar hitung. Disinilah tempat rekapitulasi perolehan suara dilakukan. Diharapkan semua tingkatan partai nantinya memiliki kamar hitung tersebut. 

“Sekarang kan era teknologi, data perolehan suara sampai ke kamar hitung saat itu juga tidak berbeda dengan waktu di TPS,” pungkasnya.  

(NK)