Home Lintas Jateng Dana Hibah Penyelenggaraan MXGP Internasional Di Semarang Dinilai Penting 

Dana Hibah Penyelenggaraan MXGP Internasional Di Semarang Dinilai Penting 

40
0
     Semarang, 30/9 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menilai pentingnya hibah dana Rp18 miliar kepada Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Tengah untuk penyelenggaraan Motocross Grand Prix (MXGP) International 2018.
     “Begini, kami mencoba membangun kebanggaan seluruh warga Semarang, salah satunya di dunia pariwisata dan prestasi. Tidak hanya di lingkup nasional, melainkan juga internasional,” kata politikus PDI Perjuangan itu di Semarang, Jumat.
     Pengajuan dana hibah itu tertuang dalam Surat Wali Kota Nomor 900/5141 tertanggal 15 September 2017 tentang Revisi Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2018.
     Usai peringatan Hari Olah Raga Nasional ke-34 tingkat Kota Semarang itu, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengatakan kebetulan akan ada suatu even luar biasa yang Kota Semarang ditunjuk sebagai tuan rumah, yakni MXGP International.
     Even MXGP Internasional merupakan even bergengsi sekelas MotoGP, dan Indonesia pada tahun depan ditunjuk menjadi tuan rumah dengan pelaksanaan even tersebut di Pangkal Pinang, serta Kota Semarang yang dijadwalkan pada Juli 2018.
     Persoalannya, beberapa fraksi di DPRD Kota Semarang memandang kurang urgensinya dana sebesar itu dihibahkan untuk penyelenggaraan even yang hanya berlangsung dua hari dengan “output” yang tidak sebanding untuk masyarakat Kota Semarang.
     Bahkan, Fraksi Partai Gerindra secara tegas menolak menyetujui usulan itu dengan tidak menghadiri rapat paripurna, diikuti fraksi lain, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Golkar, dan PPP yang tergabung dalam Fraksi PAN.
     Hendi menjelaskan even internasional itu akan membawa dampak positif bagi Kota Semarang, utamanya di sektor pariwisata sebagai ajang promosi karena banyak orang luar negeri yang datang sebagai tim untuk kompetisi bergengsi itu.
     “Sebuah even luar biasa yang kemarin Semarang ditunjuk sebagai tuan rumah. Bangkok mengajukan diri, Palembang mengajukan diri, tetapi yang ditunjuk Semarang. Ini bisa menjadi promosi dan memiliki nilai ekonomis luar biasa,” katanya.
     Ia menyebutkan setidaknya ada 30 tim yang akan berkompetisi di ajang tersebut dengan perkiraan 50-100 orang/tim sehingga diperkirakan ada sekitar 2.000 bule dan orang dari berbagai negara yang berdatangan ke Semarang.
     “Minimal 2.000 bule datang ke Semarang. Pastinya, hotel penuh, jajanan juga laris, ‘handycraft’ ikut laris, dan semua aktivitas ekonomi berkembang baik. Makanya, kami sebagai eksekutif mengusulkan hal itu (hibah dana, red.),” katanya.
     Akan tetapi, kata Hendi, apabila ternyata DPRD selaku legislatif ternyata menolak maka Pemerintah Kota Semarang tidak akan memaksakan diri, sebab apa yang dilakukan itu sebenarnya agar Semarang bisa “go-international”.
     Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso mempertanyakan urgensi hibah dana sebesar Rp18 miliar itu karena bukan nilai yang sedikit, sementara Pemkot Semarang sedang fokus pada peningkatan infrastruktur yang tertuang dalam RPJMD.
     “Sebenarnya, ini bukan ranahnya Pemkot Semarang. Cara Jawane, ‘nguyahi segara’ (menggarami laut, red). Tidak perlu. Ini yang patut diwaspadai, apalagi saat ini mendekati pemilihan kepala daerah,” kata politikus Partai Gerindra itu. (El)