Home Lintas Jateng Dana Desa Segera Cair, Hati-hati Jangan Dikorupsi

Dana Desa Segera Cair, Hati-hati Jangan Dikorupsi

417
0

yudi sancoyo

SEMARANG, 10/3 (BeritaJateng.net) – Kabar gembira untuk desa desa di seluruh Indonesia termasuk di Jawa Tengah. Sesuai amanat Undang Undang Desa, mulai April 2015 ini anggaran yang dikenal dengan Dana Desa (DD) akan dicairkan. Rencananya anggaran yang cair sejumlah Rp. 750 juta setiap desa. Dana tersebut berasal dari Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat, Alokasi Dana Desa (ADD) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Menyikapi hal tersebut, kalangan Anggota DPRD Jawa Tengah mengharapkan agar pemerintah desa menyiapkan sumberdaya manusia sebaik mungkin guna mengelola dan memanfaatkan dana tersebut sesuai dengan perencanaan yang sudah dilakukan.

“Dana segitu jumlahnya banyak, kalau tidak direncanakan dengan baik pemanfaatannya, nanti bisa menyulitkan kepala desa dan perangkatnya,” ungkap Wakil Ketua Komisi B Yudhi Sancoyo, Selasa (10/3).

Lebih lanjut Mantan Bupati Blora ini mengatakan, perencanaan pengelolaan anggaran seharusnya melalui musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes) sehingga terdokumentasi dan terkontrol dengan baik. Namun sejauh pengamatan dia, masih banyak desa yang tidak menyelenggarakan musrenbang sehingga pemanfaatan dana tersebut tidak terprogram dengan baik.

Sehubungan dengan hal tersebut dia minta Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota melakukan pendampingan secara melekat baik administratif maupun aplikasi pelaksanaannya. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisasi timbulnya penyimpangan.

“Saya kawatir turunnya anggaran ini malah menjadikan banyak kades dan perangkat desa yang tersangkut masalah hukum,” jelasnya.

Saat ini saja, tambah Yudi, terdapat 400 lebih desa penerima bantuan keuangan tahun 2014 dari pemerintah provinsi Jawa Tengah belum menyampaikan laporan perjanggungjawaban (LPj). Oleh karena itu dia minta desa desa tersebut Dana Desanya tidak dicairkan sebelum melengkapi Lpj tahun 2014.

“Sebaiknya jangan dicairkan kalau Lpj yang kemarin belum diserahkan,” tegasnya.

Dana desa yang akan dicairkan tersebut diharapkan bisa menjadi sarana untuk meningkatkan perekonomian dan pembangunan di desa guna mengangkat kesejahteraan masyarakat desa yang selama ini diidentikkan dengan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.(BJ13)