Home News Update As dan Sekutunya Sepakat Kerja Sama Informasi Intelijen

As dan Sekutunya Sepakat Kerja Sama Informasi Intelijen

482
Ilustrasi

 

Seoul, 26/12 (Beritajateng.net) – Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan menyepakati rencana militer tiga negara mengenai kerja sama intelijen menyangkut program-program nuklir dan peluru kendali Korea Utara, kata para pejabat, Jumat.

Perjanjian, yang akan ditandatangani Senin itu, kata kementerian pertahanan Korsel tercapai saat kekhawatiran meningkat tentang program-program nuklir dan rudal Korut, yang dianggap satu kekhawatiran keamanan besar di kawasan Pasifik dan sekitarnya.

Tetapi dengan adanya ketidakpercayaan antara Seoul dan Tokyo yang telah berlangsung lama, Korsel tidak akan setuju memberikan informasi militer langsung kepada Jepang, dan akan menggunakan AS sebagai penengah.

Korut yang memiliki senjata nuklir mengancam AS dan Korsel dengan serangan-serangan nuklir, paling terbaru dalam satu resolusi PBB mengenai pelanggaran hak asasi manusia dan perusahaan “Sony Pictures” dengan komedinya “The Interview”.

“Ini akan efektif dalam menangkal provokasi-provokasi dari Korut, dan kami mengharapkan itu akan membantu tiga negara menanggapi dengan segera pada ancaman-ancaman nuklir dan rudal Korut,” kata seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel kepada AFP.

Ruang lingkup informasi untuk dibagikan antara tiga negara itu dibatasi pada intelijen mengenai ancaman-ancaman menyangkut Korut, mencerminkan sentimen publik negatif di Korsel bagi kerja sama yang lebih luas dengan Jepang.

Sebagai hasilnya, selain berbagi informasi militer langsung dengan Jepang, Korsel akan memberikan informasi intelijennya melalui AS.

Amerika Serikat, yang mempertahankan perjanjian-perjanjian militer bilateralnya yang terpisah dengan Korsel dan Jepang, mendesak kerja sama pertahanan yang lebih baik antara dua sekutunya itu dalam menghadapi pengaruh Tiongkok yang meningkat di kawasan itu.

Tetapi perundingan-perundingan mengenai peningkatan perjanjian militer bilateral antara Seoul dan dan Tokyo gagal dua tahun lalu ketika sengketa wilayah meningkat atas kepulauan yang disengketakan kedua negara di Laut Jepang (Laut Timur).

Hubungan antara dua negara ini kini berada dalam titik terendah mereka akibat berbagai sengketa berkaitan dengan penjajahan Jepang 1910-1945 atas Semenanjung Korea.

Korsel dan Tiongkok juga terlibat sengketa-sengketa wilayah dengan Jepang, sehubungan dengan perubahan yang diperdebatkan dalam sikap damai Jepang dengan kecurigaan yang dalam.

Seoul yang berusaha memperluas hubungan strategis dengan Beijing, juga enggan bergabung dengan sistem pertahanan rudal yang dipimpin AS yang bertujuan untuk terus mengawasi Tiongkok.(ant/BJ03)

Advertisements