Dampak Proyek Tol Semarang-Batang, Jalur Alternatif Ikut Tersendat

Pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang seksi II (ruas batang) siap dilalui untuk mudik lebaran
            SEMARANG, 17/6 (BeritaJateng.net) – Proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang yang hingga kini masih berlangsung, berdampak di beberapa jalur alternatif yang seharusnya bisa digunakan untuk dilintasi para pemudik. Pasalnya, kondisi beberapa jalur alternatif tersebut tersendat akibat dampak pembangunan tol.
               Salah satunya, jalur alternatif Mangkang-Kedungpane dan alternatif Jrakah-Ngaliyan-Kalipancur. Kondisi dua jalur alternatif tersebut belum layak dilintasi pemudik akibat terdampak proyek tol. “Pemkot Semarang harus mencermati masalah kemacetan. Terutama dari arah Kendal-Mangkang yang paling berpotensi mengalami kemacetan. Seharusnya ada jalur alternatif ke arah selatan, yakni Mangkang-Kedungpane, yang bisa dimanfaatkan,” kata anggota Komisi V DPRD Kota Semarang, Suharsono, Jumat (16/6).
              Tapi, kata dia, jalur alternatif Mangkang-Kedungpane tersebut terdapat pembangunan proyek tol. Sehingga jalur tersebut saat ini belum layak untuk dilintasi pemudik. “Maka dari itu, kami berharap pihak pelaksana tol agar jalur alternatif tersebut segera diselesaikan agar bisa dilintasi pemudik,” katanya.
                Jangan sampai apabila jalur tersebut yang seharusnya bisa dijadikan jalur alternatif justru malah kondisinya tidak siap. “Jika tidak diperbaiki, justru akan menjadi kerawanan baru bagi masyarakat yang melintasi jalur alternatif Mangkang-Kedungpane tersebut,” katanya.
                 Selanjutnya adalah jalur alternatif Jrakah arah ke kanan, kemudian melintasi SPBU Ngaliyan hingga Kalipancur atau SMA 8 Semarang. Hanya saja, pihaknya setelah melakukam pengecekan melihat kondisi jalur alternatif yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mengurai kemacetan ini tidak tergarap oleh Pemkot Semarang secara maksimal. “Bahkan akibat dampak pembangunan tol, jalur alternatif tersebut dalam kondisi tidak layak untuk jalur alternatif bagi para pemudik. Pelaksana tol harus memperbaiki jalur alternatif ini,” katanya.
                  Dia mengakui, proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang ini memang belum memadai. Maka prioritas seharusnya menormalkan jalur alternatif yang terkena dampak tol. “Karena ini menjadi kewajiban pelaksana pembangunan tol untuk mengalihkan jalur apabila memang terkena dampak tol,” katanya.
Belum Ada Peta Jalur Alternatif
              Selain itu, kata Suharsono, hingga saat ini belum ada peta jalur alternatif di Kota Semarang untuk membantu kelancaran para pemudik. Maka dari itu, Pemkot Semarang agar segera membuatkan peta jalur alternatif di Kota Semarang. “Di mana saja titik-titiknya, rutenya, dan seterusnya. Jadi sejak awal di Mangkang harusnya dibagi, peta-peta jalan. Saya yakin pemakai kendaraan pribadi yang tidak menggunakan jalur tol, akan bingung saat memasuki Kota Semarang. Apalagi sepeda motor. Tadi pagi kami cek, banyak pengendara keliru jalur. Sehingga diperingatkan oleh polisi. Semoga hanya diperingatkan saja,” katanya.
              Lebih lanjut, sebenarnya ada banyak jalur alternatif yang saat ini belum dipersiapkan secara matang oleh Pemkot Semarang secara maksimal. Khususnya Dishub Kota Semarang seharusnya melakukan sosialiasi terkait jalur alternatif tersebut. Misalnya jalur alternatif Jrakah-BSB-Jatibarang-Gunungpati. (El)

Tulis Komentar Pertama