Home Ekbis Dampak Longsor, Harga Sayuran di Pekalongan Naik

Dampak Longsor, Harga Sayuran di Pekalongan Naik

foto : Antara

Pekalongan, 16/12 (Beritajateng.net) – Harga komoditas sayuran dan ikan di sejumlah pasar tradisional Kota Pekalongan, Jawa Tengah, selama tiga hari terakhir ini merangkak naik karena faktor kondisi alam.

Pedagang sembako dan sayuran di Pasar Grogolan, Lukman, di Pekalongan, selasa, mengatakan bahwa hujan yang terus mengguyur sejumlah daerah mengakibatkan pasokan ikan, sembako, dan sayuran terhambat sehingga memicu harga kebutuhan pokok naik.

“Imbas putusnya jalur Karang Kobar, Kabupaten Banjarnegara ke Kota Pekalongan akibat bencana tanah longsor memicu harga komoditas sayuran naik. Selama ini pasokan komoditas sayuran berasal dari daerah yang sedang dilanda longsor itu,” katanya seperti dikutip Antara.

Harga wortel, kata dia, semula hanya Rp6 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp9 ribu/kg bahkan jika kualitas bagus mampu mencapai Rp12 ribu/kg, beras Rp9 ribu/kg, dan kubis semula Rp3 ribu/kg menjadi Rp4 ribu/kg.

“Dampak longsor di Banjarnegara kini pasokan komoditas sayuran terus menurun bahkan bunga kol nyaris kosong karena tidak ada pasokan,” katanya.

Ketua Himpunan Pengusaha Ikan Asin Pekalongan, Yuswandi, mengatakan kenaikan harga bahan baku minyak (BBM) berdampak negatif terhadap perkembangan usaha ikan asin.

“Dampak kenaikan BBM, otomatis sangat berpengaruh pada biaya operasional usaha ikan asin hingga 30 persen karena bahan baku ikan itu masih didatangkan dari Pati dan Juana,” katanya.

Menurut dia, kesulitan para pedagang ikan asin juga dihadapkan upah pekerja yang ikut naik hingga sekitar Rp20 ribu per orang dari upah sebelumnya.

“Meski permintaan ikan dari masyarakat meningkat tetapi harganya tidak sebanding dengan biaya produksi sehingga kami kesulitan untuk mengembangkan usaha. Saat ini harga ikan asin jenis layang Rp13 ribu/ kg, lemuru Rp12 ribu/ kg, dab banyar Rp25 ribu/ kg,” katanya.(ant/pj)