Home Lintas Jateng Dampak BBM, Harga Suvenir di Candi Borobudur Ikut Naik

Dampak BBM, Harga Suvenir di Candi Borobudur Ikut Naik

Souvenir-di-Borobudur

Souvenir-di-Borobudur

Borobudur, Jateng, 26/11 (Beritajateng.net) – Kalangan pedagang suvenir di kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menaikkan harga barang jualannya sebagai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Harga kulakan dan harga bahan baku untuk pembuatan suvenir juga naik akibat kenaikan harga BBM, di tingkat pedagang juga menaikkan harga penjualan,” kata Ketua Rukun Tetangga Pedagang Suvenir Candi Borobudur di Plaza Luar Taman Wisata Candi Borobudur Basiyo di Borobudur, Rabu.

Para pedagang, katanya, ikut melakukan penyesuaian harga suvenir, sedangkan pengujung Candi Borobudur yang hendak membeli suvenir juga kurang gereget dalam menawar barang yang hendak dibelinya.

Akan tetapi, katanya, kondisi harga penjualan suvenir di TWCB diperkirakan stabil saat musim kunjungan wisata akhir tahun atau Desember 2014.

“Diperkirakan kondisinya stabil nanti akhir Desember karena musim liburan tahun baru, wisatawan biasanya banyak yang ke Borobudur untuk liburan akhir tahun. Kalau sekarang ini baru penyesuaian, baik pedagang maupun pengunjung,” kata Basiyo yang juga Wakil Ketua Forum Rembuk Klaster Kepariwisataan Borobudur itu.

Di Plaza Luar TWCB, Basiyo yang pedagang grosir dan perajin cenderamata itu, membawahi sekitar 250 pedagang suvenir Candi Borobudur.

Ia mencontohkan harga kulakan suvenir, seperti tas batik naik dari Rp35.000 menjadi Rp37.000, topeng kayu dan wayang kayu, masing-masing naik dari Rp60.000 menjadi Rp65.000.

Selain itu, gantungan kunci naik dari Rp4.000 menjadi Rp4.500, sandal kulit untuk perempuan naik dari Rp24.000 menjadi Rp26.000, untuk laki-laki naik dari Rp26.000 menjadi Rp28.000, sandal batik naik dari Rp10.000 menjadi Rp11.000, kaos yang rata-rata Rp11.000 naik menjadi Rp11.500.

Di tingkat pedagang, katanya, harga tas batik dijual menjadi Rp50.000-Rp55.000, topeng kayu dan wayang kayu Rp100.000, gantungan kunci Rp5.000, sandal kulit perempuan Rp35.000 dan laki-laki Rp40.000, sandal batik Rp15.000, dan kaos rata-rata Rp15.000.

Ia mengatakan bahan baku suvenir, antara lain kain batik perca untuk pembuatan tas batik yang sebelumnya harga satu lembar Rp30.000 naik menjadi Rp36.000, sepon ukuran dua milimeter naik dari Rp16.000 menjadi Rp18.000.

Selain itu, biaya sewa mobil bak terbuka untuk pengangkutan kayu sebagai bahan baku topeng dan wayang kayu, naik dari Rp250.000 menjadi Rp300.000.

“Sekarang ini, para pedagang juga sedang menyiapkan stok barang untuk memenuhi kebutuhan penjualan pada musim wisata liburan akhir tahun,” katanya.(ant/pj)