Home Lintas Jateng Dalam Setahun Ada Penurunan 300ribu Penumpang, Hendi Evaluasi Dishub dan Pengelola BRT

Dalam Setahun Ada Penurunan 300ribu Penumpang, Hendi Evaluasi Dishub dan Pengelola BRT

81
0
Pemotongan pita sebagai simbolis peluncuran 25 BRT Semarang

Semarang, 12/1 (BeritaJateng.net) – Walikota Semarang mengevaluasi kinerja pengelola dan kondisi armada Bus Rapid Transit (BRT) Semarang selama 2016. Menurutnya, selama setahun banyak komplain yang dilontarkan masyarakat terkait dengan pelayanan. Hal ini digadang-gadang jadi penyebab turunnya jumlah penumpang BRT mencapai 300ribu orang selama setahun.

“Dilihat dari data statistik 2016, secara jelas terlihat penurunan penumpang BRT mencapai 300ribu dalam setahun. Ndak tahu penyebabnya apa, bisa karena kondisi armada bus yang memprihatinkan atau karena pelayanan yang jelak. Kita evaluasi,” ujar Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Kamis (12/1) usai melaunching 25 armada BRT upgrade koridor I jurusan Mangkang-Penggaron.

Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2009 silam, lanjut Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi, sudah tujuh tahun Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang beroperasi, padahal seharusnya masa BRT tersebut hanya sampai tahun 2015. Sehingga banyak armada bus yang kondisinya sangat memprihatinkan.

“Saya khawatir karena banyaknya komplain seperti kondisi bus yang bobrok, AC rusak bahkan pelayanan petugas yang kurang ramah menyebabkan masyarakat enggan naik BRT. Komplain lain yakni interval bus sekarang banyak keterlambatan, biasanya penumpang nunggu bus 10-15 menit sekarang sampai 30 menit,” kata Hendi.

Tak hanya itu, Hendi juga menghimbau pada Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk melakukan diklat bimbingan pada pengelola BRT karena banyaknya komplain masyarakat.

“Sekarang sudah ada aplikasi ‘Lapor Hendi’, aduan bisa langsung ditanggapi. Saya pernah dapat komplain terkait supir BRT bus yang ugal-ugalan bahkan sampai ada kasus kekerasan petugas BRT. Saya harap Dishub maupun pengelola mulai menyusun kekompakan, bersama-sama membuat citra BRT menjadi baik di mata masyarakat,” katanya.

Hendi optimis BRT Semarang bisa menjadi moda transportasi unggulan di kota Semarang. “Animo masyarakat untuk naik BRT semakin tinggi, jadi harus dibikin senyaman mungkin,” imbuhnya. (EL)