Home Hiburan Dalam Dua Tahun, Hendi Percantik Kota Semarang

Dalam Dua Tahun, Hendi Percantik Kota Semarang

816
0
Dalam Dua Tahun, Hendi Percantik Kota Semarang

Semarang, 9/1 (BeritaJateng.net) – Sejumlah project pembangunan di Kota Semarang yang dikerjakan sepanjang 2017 telah rampung. Di antaranya Gedung Oudetrap di Kota Lama Semarang, Gedung IBS ICU dan Radiologi Terpadu di RSUD Kota Semarang, serta Taman Kasmaran di Jalan Dr. Sutomo Kota Semarang.

“Totalnya ada 485 program dengan 3.323 kegiatan yang kami garap di tahun 2017,” jelas Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat peresmian di Taman Sri Gunting, Kota Lama Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Hendi ini menuturkan jika kegiatan peresmian proyek bukanlah sebuah kegiatan seremonial biasa. Kegiatan peresmian menurutnya bentuk pelaporan Pemerintah Kota Semarang kepada masyarakat.

“Saat saya dilantik pada 17 Februari 2016, saya berjanji jika wajah Kota Semarang akan mulai terlihat perubahannya pada tahun 2018, dan hari ini Alhamdulillah apa yang kami upayakan sudah mulai mendapat respon positif dari masyarakat,” tutur Hendi.

Dirinya menegaskan jika kunci perubahan Kota Semarang adalah pada banyaknya pihak yang bergerak bersama ikut membangun Kota Semarang.

“Bila membandingkan APBD Kota Semarang dengan yang dimiliki kota besar-besar lainnya, jumlahnya relatif lebih kecil. Tapi hari ini, itu tak jadi masalah karena semua elemen bergerak, mulai dari Pemerintah Kota Semarang, Muspida, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Pusat, Perusahaan Swasta, sampai masyarakatnya sendiri, sehingga pembangunannya bisa lebih masif,” tegas Hendi.

Dirinya mencontohkan salah satu hasil perubahan wajah kota terlihat dari berkurangnya luasan kawasan kumuh di Kota Semarang. Dari yang semula pada tahun 2016 seluas 415,93 Ha, di tahun 2017 sudah berkurang sebanyak 114,35 Ha, menjadi seluas 301,58 Ha.

Dan pada tahun 2018 ini luasan kawasan kumuh tersebut targetnya akan kembali ditekan Hendi menjadi hingga seluas 201,05 Ha.

Senada dengan Hendi, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR, Rina Farida yang hadir dalam kesempatan tersebut juga mengatakan jika menata sebuah kawasan membutuhkan sebuah koordinasi dan kerja sama.

“Tidak hanya Pemkot Semarang, masyarakat di dalamnya yang ada keterkaitan dengan kawasan juga harus berkoordinasi dengan baik,” tegas Rina.

Dirinya juga menegaskan jika menteri PUPR akan terus mendukung perbaikan dan pembangunan infrastruktur, yang di antaranya dengan melakukan perbaikan draniase serta merubah kawasan kumuh. (Bj/El)