Home Headline Daftar Pemenang Semarang 10K, Pelari Kenya Dominasi Podium

Daftar Pemenang Semarang 10K, Pelari Kenya Dominasi Podium

870
Foto bersama pemenang Semarang 10K di Podium.
        Semarang, 16/12 (BeritaJateng.net) – Pelari internasional asal Kenya mendominasi podium pada lomba lari Semarang 10K yang digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu.
        Juara pertama Semarang 10K diraih oleh James Gikunga Karanja dari Kenya dengan catatan waktu tercepat yakni 31 menit 56 detik yang disusul Samson Karega Kamau serta Charles Kipkorir Kipsang pada posisi kedua dan ketiga.
        Untuk juara pertama kategori perempuan Semarang 10K diraih oleh Jackline Nzivo dengan catatan waktu 37 menit 29 detik dan disusul Elizabeth Wanza 38 menit 45 detik, sedangkan pelari Indonesia Elmi Rahmiyati harus puas berada di posisi ketiga dengan waktu 50 menit 27 detik.
         Lomba lari Semarang 10K yang digelar dengan mengusung konsep “sportourism” dan diikuti 2.000 pelari dari enam negara termasuk Indonesia tersebut berjalan sukses.
         Adapun rute yang dilewati peserta Semarang 10K adalah Jalan Pemuda-Jalan Pandanaran-Simpang Lima-Jalan MT Haryono-Kawasan Kota Lama, dan kembali ke Jalan Pemuda, tepatnya di Balai Kota Semarang.
Para pemenang akan mendapat hadiah total Rp 230 juta dari berbagai kategori.
Berikut daftar pemenang Semarang 10K:
Kategori 10K Open-Male
1. James Gikunga Karanja asal Kenya dengan waktu 31 menit 56 detik
2. Samson Karega Kamau asal Kenya dengan waktu 32 menit 8 detik
3. Charles Kipkorir Kipsang asal Kenya dengan catatan waktu 33 menit
Kategori 10K Open-Female
1. Jackline Nzivo asal Kenya dengan waktu 37 menit 29 detik
2. Elizabeth Wanza asal Kenya dengan waktu 38 menit 45 detik
3. Elmi Rahmiyati, Indonesia dengan catatan waktu 50 menit 27 detik.
Kategori 10K National-Male
1. Nushodiq, asal Indonesia dengan catatan waktu 33 menit 10 detik
2. Nugroho, asal Indonesia dengan waktu 34 menit 11 detik
3. Azehari Naskuri, asal Indonesia dengan waktu 34 menit 28 detik
Kategori 10K National-Female
1. Odekta Elvina Naibaho, Indonesia dengan catatan waktu 37 menit 34 detik
2. Pretty Sihite, Indonesia dengan waktu 39 menit 40 detik
3. Septiana Dita Sari, Indonesia dengan waktu 41 menit 22 detik.
Kategori 10 National-Male Master
1. Musiamin, Indonesia dengan waktu 39 menit 4 detik
2. Alexius, Indonesia dengan waktu 41 menit 58 detik
3. Slamet, Indonesia dengan waktu 44 menit 57 detik
Kategori 10 Nasional-Female Master
1. Florentia Tisila, Indonesia dengan waktu 55 menit 58 detik
2. Feni Ari Harjanti, Indonesia dengan catatan waktu 56 menit 19 detik
3. Vita Mahaswari, Indonesia dengan waktu 58 menit 53 detik.
         Selain hadiah yang menjanjikan,  para pelari juga disuguhkan beragam bangunan bersejarah di kawasan Kota Lama Semarang serta atraksi budaya khas Jateng di beberapa titik sepanjang rute lomba Semarang 10K yang berjarak 10,19 kilometer itu.
        Komisaris PT Pesona Indah Gets (Gets Hotel) Liem Chie An selaku salah satu penyelenggara Semarang 10K mengistilahkan lomba lari tahun ini sebagai ombak pertama yang berhasil menyedot ribuan peserta.
        Menurut dia, Semarang 10K bukan hanya lomba lari, tapi juga mengajak peserta mengenal lokasi yang menarik di Kota Semarang seperti kawasan Kota Lama.
        “Persiapan Semarang 10K relatif pendek, tapi selanjutnya akan lebih bagus dengan persiapan yang lebih matang,” katanya.
        Liem Chie An berharap pada Semarang 10K berikutnya lebih banyak kategori yang dilombakan dengan peserta yang lebih banyak lagi.
       Project Leader Semarang 10K Chatarina Rini menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kota Semarang atas terselenggaranya lomba lari bertaraf internasional ini.
          “Berkat kerja sama Pemkot Semarang, Harian Kompas, Gets Hotel, dan Polri-TNI, serta masyarakat yang sedikit terganggu kelancaran lalu lintasnya, Semarang 10K bisa terselenggara dengan lancar,” ujarnya.
         Berbeda dari lomba lari lainnya, kata dia, Semarang 10K akan melalui rute yang mewakili akulturasi budaya, napak tilas sejarah hingga kemegahan arsitektur bangunan zaman Belanda seperti bangunan Lawang Sewu dan Gereja Gedangan. (El)