Home Ekbis Daerah Penghasil Bawang Merah dan Cabai Butuh Alat Pendingin

Daerah Penghasil Bawang Merah dan Cabai Butuh Alat Pendingin

Mentan mendengarkan keterangan dari produsen peralatan pertnian PT Pura barutama Kudus.
 Mentan mendengarkan keterangan dari produsen peralatan pertnian PT Pura barutama Kudus.

Mentan mendengarkan keterangan dari produsen peralatan pertnian PT Pura barutama Kudus.

Kudus, 10/6 (Beritajateng.net)-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengemukakan, untuk meningkatkan daya tahan bawang merah ataupun cabai diperlukan alat pendingin (cold storage). Untuk itu, daerah penghasil komoditas bumbu untuk memasak tersebut butuh alat pendingin agar hasil panennya tidak mudah membusuk.

”Keberadaan cold storage menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan daya tahan bawang merah atau cabai. Apalagi, lanjut dia, di Kementerian Pertanian ada program pembangunan wilayah komoditas bawang merah,” ujarnya.

usai melakukan kunjungan ke PT Pura Group Divisi Engineering, di Desa Terban, Kecamatan Jekulo Kudus, Rabu (10/6).
     
Keberadaan peralatan pendingin untuk komoditas pertanian, lanjutnya, dimaksudkan agar hasil panen petani tersebut tahan lama. Dengan demikian, akan lebih bermanfaat terutama dalam hal mengurangi ketergantungan impor.     
”Selama ini impor yang dilakukan pemerintah antara 20.000 ton hingga 30.000 ton. Jika satu pendingin berkapasitas menyimpan 100 ton, maka dibutuhkan setidaknya 300 unit alat pendingin dan anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu besar yakni sekitar Rp 300 miliar,” tambahnya. 
     
Ditegaskan, peralatan serupa memang pernah dikembangkan. Namun, peralatan pendingin yang dibuat oleh PT Pura memang lebih bagus dan mampu menjaga kelembaban suhu ruangan.

Sedang daerah sentra komoditas pertanian yang seharusnya memiliki peralatan seperti itu diantaranya Kabupaten Bima, Kabupaten Tapin, kabupaten Minahasa dan kabupaten Brebes.

”Tetapi lebih bagus lagi jika alat serupa dibuat dalam bentuk kontainer yang bisa dipindah pindah dan diangkut kendaraan,” paparnya. 
     
Dalam kunjungannya ke Kudus tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman disambut Presiden Direktur PT Pura Barutama Yohannes Moeljono Soebijanto dan menyempatkan melihat secara langsung produk alat pendingin berskala besar dengan kapasitas 25 ton yang dibuat oleh PT Pura.

Mentan juga menyempatkan melihat produk kreatif lainnya, seperti vacuum freeze dryer yang merupakan alat pengeringan, serta vertical dryer untuk komoditas padi dan jagung berkapasitas 10 ton. (BJ12)