Home News Update Daerah Pedalaman Dilengkapi LPJU Bertenaga Surya

Daerah Pedalaman Dilengkapi LPJU Bertenaga Surya

image
Lampu penerangan jalan bertenaga surya.foto Ilustrasi

Kudus, 11/1 (Beritajateng.net) – Daerah pedalaman di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang sulit dijangkau jaringan listrik bakal dilengkapi dengan lampu penerangan jalan umum (LPJU) bertenaga surya.

“Tahun 2015 terdapat enam ruas jalan yang bakal dilengkapi dengan lampu PJU bertenaga surya,” kata Kepala Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kudus, Samani Intakoris di Kudus, Minggu.

Setiap ruas jalan, kata dia, dianggarkan hingga Rp400 juta.

Ia memperkirakan, biaya untuk setiap tiang lampu PJU lengkap dengan peralatan pendukungnya bisa mencapai Rp40 juta.

Meski demikian, kata dia, hal itu masih taraf uji coba dalam penggunaan tenaga surya.

Apabila hasilnya cukup bagus, kata dia, akan dilanjutkan ke daerah lainnya yang sulit dijangkau jaringan listrik.

“Keberhasilannya tidak hanya sekadar bisa menerangi jalan, melainkan dari sisi biaya perawatan yang lebih murah dan lebih awet tentu menjadi pertimbangan untuk pengadaan tahun berikutnya,” ujarnya.

Harapannya, lanjut dia, pengadaan lampu PJU dengan tenaga surya bisa menghemat biaya tagihan listrik yang setiap bulannya bisa mencapai miliaran rupiah.

Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakuddin mengungkapkan, bahwa pemasangan lampu PJU dengan energi tenaga surya dinilai cocok, terutama di daerah pinggiran yang memang sulit dijangkau jaringan listrik.

“Kami juga mendukung pengadaan lampu PJU dengan tenaga surya pada APBD 2015,” ujarnya.

Apabila biaya perawatannya memang tidak terlalu mahal dan lebih tahan lama, dia yakin, bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi tagihan listrik karena hidupnya lampu tidak lagi bergantung pada energi listrik PLN.

Pemkab Kudus, kata dia, juga berupaya menekan biaya tagihan energi listrik dengan pengadaan kilowatt hour (kwh) meter di sejumlah titik lampu PJU.

Besarnya anggaran untuk pengadaan kwh meter, kata dia, tahun ini sebesar Rp1 miliar.

“Awalnya diusulkan Rp2 miliar, namun adanya penurunan dana alokasi umum (DAU) akhirnya dilakukan rasionalisasi anggaran menjadi Rp1 miliar,” ujarnya.

Meski demikian, kata dia, penganggaran tersebut juga akan dilanjutkan tahun berikutnya sehingga tidak ada lagi tagihan rekening listrik untuk lampu PJU berdasarkan abonemen meskipun tidak hidup tetap dikenakan biaya tagihan.

Berdasarkan pendataan sebelumnya, tercatat ada 9.000 titik lampu PJU milik pemkab yang belum dilengkapi kwh meter, sedangkan 7.000 titik lampu PJU sudah dilengkapi kwh meter.

Adapun jumlah lampu PJU di Kudus tercatat sekitar 17.000 titik lampu PJU, sedangkan 1.000-an titik lampu di antaranya merupakan lampu PJU yang ada di pedesaan yang merupakan inisiatif warga untuk memasang lampu tersebut.(Ant/Bj02)