Home Ekbis Curug Lawe-Benowo Semarang Kurang Dioptimalkan

Curug Lawe-Benowo Semarang Kurang Dioptimalkan

image

Semarang, 1/3 (BeritaJateng.net) – Potensi objek wisata alam Curug Lawe dan Curug Benowo yang terletak di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang kurang dioptimalkan dengan akses jalan yang masih seadanya.

Dari pantauan Tim¬†BeritaJateng.net, objek wisata yang menyuguhkan keindahan air terjun yang dalam bahasa Jawanya adalah “curug” tampak ramai dikunjungi wisatawan lokal, didominasi kalangan anak-anak muda.

Akses menuju Curug Lawe dan Benowo yang terletak dalam satu kawasan terlihat sudah bagus dengan jalan beraspal melewati perkampungan-perkampungan di Desa Kalisidi menuju pintu masuk objek wisata itu.

Menurut Muhajirin, penduduk sekitar, objek wisata tersebut selama ini memang dikelola secara swadaya oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

“Ya, perkembangannya lumayan pesat. Kalau ‘weekend’ selalu ramai pengunjung, yakni Sabtu-Minggu. Jumlah pengunjung kalau hari Sabtu sekitar 200 orang, sementara hari Minggu bisa 500 orang,” tukasnya.

Meski demikian, ia mengakui akses jalan menuju air terjun Lawe dan Benowo memang masih seadanya karena keterbatasan LMDH dalam keuangan, sementara pemerintah daerah setempat juga kurang memperhatikan.

“Bisa dikatakan, pemerintah daerah tutup mata. Ya, kami kelola secara swadaya untuk mengembangkan potensi desa sendiri. Harapan kami, pemerintah daerah bisa ikut membantu melakukan pembenahan,” katanya.

Untuk menuju dua air terjun itu, diperlukan waktu sekitar satu jam dengan berjalan kaki menyusuri saluran yang menjadi hulu Sungai Banjir Kanal Semarang itu, diapit jurang terjal dan tebing tinggi.

Ia menjelaskan kondisi alam Curug Lawe dan Benowo memang masih asri dengan udara yang sangat sejuk karena letaknya di lereng pegunungan, apalagi kabut kerap kali terlihat menyelimuti pemandangan.

Di beberapa titik, terdapat tulisan “Daerah Rawan Longsor”, kemudian “Area Pandang Lutung” karena pengunjung yang beruntung bisa melihat hewan sejenis kera itu bergelantungan di pepohonan.

Pengelola juga memasang papan peringatan, seperti larangan mandi di air terjun, serta menempatkan sejumlah relawan penyelamat di bawah air terjun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tiket masuk objek wisata itu juga terjangkau, kata Muhajirin, hanya Rp4.000/orang, ditambah parkir untuk mobil sebesar Rp5.000/unit, sementara sepeda motor ditarik retribusi sebesar Rp2.000/unit.

Sementara itu, Alvian Muhammad (50) salah satu pengunjung Curug Lawe dan Benowo mengaku puas dengan keindahan alam yang disuguhkan objek wisata itu, apalagi suasana alam semacam itu tidak didapatkan di perkotaan.

Akses jalan menuju dua air terjun, diakuinya, cukup susah karena terjal dan berliku, tetapi keletihan selama mendaki terbayarkan dengan indahnya pemandangan dua air terjun yang sangat eksotis. (BJ05)