Curi Ganset Untuk Biaya Nikah “ Pak Ogah” Ditangkap Polisi

Curi Ganset Untuk Biaya Nikah “ Pak Ogah” Ditangkap Polisi
                Semarang, 13/9 (BeritaJateng.net) – Butuh biaya pernikahan, seorang pria di Semarang nekad melakukan aksi pencurian ganset milik salah satu pedagang Pasar Peterongan Kota Semarang. Pelaku bernama Dedy Saputro (32) Warga Tandang, Candisari, Semarang terpaksa harus berurusan dengan Aparat Polsek Semarang Selatan.
               Dalam aksinya pelaku Dedy dibantu temannya bernama Ahmad Wijayanto (31) warga Bukitrejo Tembalang. Polisi terpaksa menembak kaki Ahmad karena mencoba melarikan diri. Sementara satu pelaku bernama Pramono ditangkap lantaran menjadi penadah barang hasil kejahatan kedua tersangka.
                 Dedy yang kesehariannya sebagai pak Ogah (menyeberangkan Jalan) mengaku bahwa niatnya mencuri adalah untuk biaya pernikahan dirinya dengan seorang gadis pujaannya. Rencananya, pernikahan itu akan dilangsungkan pada Kamis (14/9) besok. Namun kini pernikahan itu urung dilaksanakan lantaran Bagong dibekuk polisi terkait aksi pencurian genset.
                  “Duitnya untuk tambahan biaya menikah, rencana nikah besok Kamis (14/9), gak tahu besok bagaimana keluarga. Kalau saya ingin menikah, tapi tidak tahu besok diijinkan menikah atau tidak,” ujarnya dihadapan petugas.
                 Kapolsek Semarang Selatan Kompol Dedy Mulyadi menjelaskan kedua pelaku Dedy dan Ahmad  ditangkap lantaran terbukti melakukan pencurian dengan pemberatan sebuah Genset warna hitam milik Sri Wahyuni (41) warga Wonodri Kopen, Semarang.
                  ”Kedua pelaku berhasil diamankan setelah kedapatan melakukan pencurian genset pada Kamis (31/8) lalu, saat melakukan aksinya Dedy sebagai drivernya menunggu di pinggir jalan, sedangkan Ahmad Wijayanto yang mengambil genset didalam pasar,” tutur Kapolsek saat gelar perkara Rabu (13/9) di Mapolsek Semarang Selatan.
Curi Ganset Untuk Biaya Nikah “ Pak Ogah” Ditangkap Polisi
Curi Ganset Untuk Biaya Nikah “ Pak Ogah” Ditangkap Polisi

Dari pemeriksaan dan pengembangan Polisi kedua pelaku Dedy dan Ahmad sebelumnya juga pernah melakukan aksi pencurian dibeberapa wilayah, diantaranya perampasan di depan pasar Peterongan, pasar Bulu, Jalan Tentara Pelajar, warung makan dekat RSUP dr. Kariadi dan Roemani.

                 “Dari pengembangan petugas, keduanya ternyata juga pernah melakukan aksi kejahatan di beberapa lokasi di wilayah Kota Semarang,” tambahnya.
                 Atas perbuatannya kedua pelaku Deddy dan Ahmad  dijerat pasal 363 dengan ancaman hukuman maksimal 7  tahun penjara, semantara satu pelaku Pramnon dijerat pasal 480 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.
                 Terkait rencana pernikahan Dedy Saputro yang akan dilakukan pada hari Kamis besok, Pihak Polsek Semarang Selatan menunggu surat permohonan dari pihak keluarga yang bersangkutan.
              “Dari pihak yang bersangkutan  belum ada permintaan menikah di Kantor (Polsek Semarang Selatan). Saya tetap akan mengijinkan, Kita nunggu suratnya dulu baru di proses,” tegasnya. (Nh/El)

Tulis Komentar Pertama

TINGGALKAN TANGGAPAN