Home Hukum dan Kriminal Curi Cairan Solvent Empat Karyawan PT Pura Dipolisikan

Curi Cairan Solvent Empat Karyawan PT Pura Dipolisikan

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Kudus, 28/4 (BeritaJateng.net) – Salah satu perusahaan kertas dan percetakan terbesar di Asia Tenggara, PT Pura Barutama, kebobolan bahan kimia jenis solven. Akibat kejadian tersebut, perusahaan mengalami kerugian sedikitnya Rp 1,5 miliar.

Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi dalam keterangannya mengatakan, setelah pihaknya menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dengan memanggil beberapa karyawan PT Pura yang bertugas di bagian gudang. Dari pemeriksaan tersebut, akhirnya diketahui siapa pelaku serta penadahnya.

”Ada lima orang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka. Empat diantaranya karyawan perusahaan dan satu orang sebagai penadah,” terang Kompol Yunaldi kepada wartawan, Selasa (28/4).

Lima orang yang sudah ditetapkan tersangka yakni Sukirno (48), Sulardi (47) keduanya warga Kecamatan Karanganyar, Demak dan Sulistiyono (30) asal Kecamatan Jati Kudus. Tiga orang tersebut adalah karyawan PT Pura yang bertugas di bagian gudang.

Selain orang dalam, lanjutnya, aksi penggelapan barang perusahaan tersebut berjalan lancar karena dibantu seorang sopir perusahaan Andi Harahap (30) serta seorang penadah Sugihadi (35) keduanya asal Kecamatan Jati, Kudus. Disinggung tingginya angka kerugian, karena perbuatan tersebut dilakukan hampir satu tahun.

”Bahan kimia jenis solvent yang hilang tersebut kegunaannya untuk mengencerkan tinta keperluan percetakan,” imbuhnya.

Masih menurut Wakapolres, modus pencurian yang dilakukan secara bersekongkol tersebut terjadi sejak kurang lebih setahun lamanya. Caranya, petugas gudang induk di unit produksi tinta bekerjasama dengan petugas unit percetakan.

Ketika unit percetakan mengorder solvent, lanjutnya, petugas gudang mengirimkan dengan mengurangi volume. Karena kejadiannya cukup lama, saat dilakukan audit jumlah kehilangannya cukup banyak yang kalau dinominalkan menjadi sekitar Rp 1,5 miliar.

”Tersangka yang bertugas di bagian gudang produksi ketika mengeluarkan solvent yang dikemas dalam drum selalu mengurangi isinya. Karena perbuatan tersebut dilakukan cukup lama, solvent yang hilang kalau dikumpulkan mencapai hampir 1000 drum,” tegasnya.

Terpisah Humas PT Pura, Noor Faiz dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan adanya pencurian di tempatnya bekerja. Tiga diantara pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, merupakan karyawan gudang induk yang melayani seluruh kebutuhan unit bekerjasama dengan petugas gudang salah satu unit.

”Untuk menangani kasus tersebut kita serahkan ke Polres Kudus. Informasi yang kami terima, berita acara pemeriksaan sudah rampung dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan,” katanya.

Ditambahkan, modus para pelaku yakni mengurangi cairan solvent dari setiap drum sekitar 10 liter. Padahal, setiap hari gudang induk mengeluarkan sedikitnya 50 drum untuk kebutuhan semua unit di lingkungan PT Pura Barutama.

”Jika di prosentase, setiap hari cairan solvent yang hilang mencapai sekitar 500 liter. Sedangkan harga cairan solvent saat ini per liter mencapai Rp 12 ribu, maka kerugian perusahaan setiap harinya mencapai Rp 6 juta,” tandasnya. (BJ12)

 

Advertisements