Home Headline Tangani Covid-19, Insentif Tenaga Medis di Puskesmas Timpang dengan Rumah Sakit

Tangani Covid-19, Insentif Tenaga Medis di Puskesmas Timpang dengan Rumah Sakit

406
Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto saat menyerahkan bantuan APD di Dinkes Kab Semarang didampingi Anggota DPRD Jateng dari Dapil Jateng 2

SEMARANG, 28/5 (Beritajateng.net) – Tenaga medis di Puskesmas selama ini menjadi garda terdepan penanganan Covid-19. Selama pandemi ini, mereka nyaris tak pernah libur. Bahkan, tak jarang melakukan kerja ekstra. Namun, insentif yang mereka terima timpang dengan tenaga medis di rumah sakit.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Ani Rahardjo saat menerima kunjungan Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto ke kantornya, Rabu (27/5/2020).

Ani membandingkan, di rumah sakit, tenaga medis yang mendapatkan insentif bisa mencapai 70 orang. Sementara di Puskesmas hanya satu sampai tiga orang saja.

“Padahal tugas mereka juga berat. Untuk rapid test bagi warga dan pemudik misalnya, semua dilimpahkan ke Puskesmas. Kadang dini hari pun diminta berangkat,” ujarnya.

Dia berharap anggota dewan bisa mengajukan usulan ke pemerintah agar menaikkan insentif bagi tenaga medis di Puskesmas.

“Kami tidak meminta jumlahnya disamakan dengan di rumah sakit. Setidaknya ada kenaikan agar bisa dibagi rata,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Ani juga mengungkap rumitnya proses pengadaan alat pelindung diri (APD) yang disyaratkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Dia mencontohkan pengadaan masker kain yang disuplai oleh UMKM lokal. Pihaknya kesulitan melakukan pembayaran karena syarat yang dianggap berat bagi UMKM.

“Sudah melampirkan buku rekening bank, diminta harus berupa surat referensi bank. Padahal hanya membayar Rp 5 juta untuk UMKM,” ungkapnya.

Dia khawatir hal tersebut akan membuat UMKM yang rata-rata bermodal kecil kesulitan produksi.

“Seharusnya kan segera dibayar agar modal mereka berputar. Jangan sampai UMKM kapok dan tidak mau menerima orderan gara-gara hal seperti ini,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, ikut hadir sejumlah anggota DPRD Jateng dari dapil Jateng II. Yaitu Sholeha Kurniawati, Ida Nurul Farida, dan Siti Ambar Fathonah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto berjanji akan menyampaikannya ke pemerintah.

“Soal insentif memang seharusnya dipikirkan pemerintah karena tugas tenaga medis saat ini cukup berat,” paparnya.

Untuk menindaklanjuti keluhan terkait insentif tenaga medis di Puskesmas, politisi yang akrab disapa Krebo minta kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk membuat usulan anggarannya dan akan dicarikan solusi yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan sebagian akan disampaikan ke DPRD kabupaten Semarang dengan anggaran APBD Kabupaten.

“Saya akan komunikasikan agar yang belum dapat insentif dari pusat bisa dicover oleh APBD provinsi dan APBD kabupaten,” katanya.

Sementara soal beratnya persyaratan pengadaan APD, dia berharap pemerintah tidak menerapkan syarat seperti kondisi normal mengingat penanganan pandemi Covid-19 membutuhkan langkah yang cepat untuk menyelamatkan masyarakat yang terpapar virus tersebut.

“Ini kan masa pandemi, masa darurat. Seharusnya bisa dipermudah, yang penting tidak dikorupsi,” imbuhnya.

(NK)