Home Hiburan Charissa Jadi Peserta Termuda Lomba Sketsa Cagar Budaya

Charissa Jadi Peserta Termuda Lomba Sketsa Cagar Budaya

271
Charissa Jadi Peserta Termuda Lomba Sketsa Cagar Budaya

Semarang, 8/7 (BeritaJateng.net) – Lomba sketsa bangunan cagar budaya yang digelar Komunitas Arsitektur mendapat antusiasme dari masyarakat. Tercatat 512 peserta dari berbagai daerah turut serta dalam kegiatan ini.

Peserta lomba datang dari berbagai kalangan seperti pelajar, arsitektur, dan para seniman dari berbagai rentan usia.

Satu diantara ratusan peserta, Charissa Laurelia Nadine mengaku, sangat tertarik mengikuti event berskala nasional tersebut.

Dalam kompetisi ini, dia mendapatkan penganugerahan sebagai peserta termuda dengan usia 13 tahun.

“Saya tidak menyangka dapat penghargaan ini. Karena ini tingkat nasional, saya kira banyak yang seumuran atau lebih muda dari saya,” tutur Charissa, saat malam penganugerahan lomba sketsa cagar budaya di Restoran Pring Sewu Kawasan Kota Lama Semarang.

Peserta yang merupakan pelajar kelas 8 SMP Anak Terang Salatiga tersebut mengirimkan lima karya dalam kompetisi ini.

Dia mengambil objek di dua tempat cagar budaya yakni Kantor Wali Kota Salatiga dan gedung Denhubrem Salatiga.

Untuk membuat lima karya, Charissa tidak membutuhkan waktu banyak. Dalam membuat satu kaya, dia hanya membutuhkan sekitar 1,5 jam.

Lomba sketsa ini merupakan kompetisi pertama yang diikuti. Menurutnya, kompetisi ini menjadi wadah baginya untuk menuangkan hobi melukisnya.

Dia berharap karya-karyanya bisa bermanfaat dan menjadi inspirasi orang-orang yang berkecimpung di dunia sketsa.

Sementara itu, Ketua Umum Komunitas Arsisketur, Yudi Prasinto mengatakan, lomba sketsa cagar budaya ini diselenggarakan dalam rangka hari ulang tahun komunitas arsitektur yang ketujuh.

Selain ajang berkompetisi, kegiatan ini diharapkan bisa mengenalkan objek-objek cagar budaya yang ada di Indonesia.

Melalui lomba ini, dia juga ingin para sketchers muda muncul dari berbagai daerah. Oleh karena itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada peserta termuda agar menjadi motivasi bagi para sketchers muda lainnya untuk dapat berkarya.

“Kami memberi semangat kepada anak-anak muda melalui pemberian penganugerahan peserta teemuda. Kami ingin sketchers muda tampil. Kali ini baru dari satu kota, mudah-mudahan akan muncul sketchers muda dari kota-kota lainnya,” tutur Yudi.

Yudi melanjutkan, akan berencana menyelenggarakan kegiatan lain yang dapat menarik para sketcher muda untuk turut berkontribusi memajukan karya sketsa.

“Semoga manti bisa mengadakan lomba dengan melibatkan 1.000 sketchers yang bakal melukis di kiri dan kanan setiap sudut, apalagi ini Kota Lama sudah semakin cantik, bisa dijadikan obyek,” katanya.

Dalam kompetisi bertaraf nasional itu, pihak panitia memilih 23 karya terbaik. Karya tersebut merupakam sketsa cagar budaya dari berbagai daerah seperti Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya, Medang Palembang, Bali, dan Makasar.

Ketua panitia lomba, Sugiarto mengatakan, 23 karya tersebut dinilai dari tiga kriteria antara lain garis, objek, dan estetika.

“Kami pilih yang proporsinya bagus, estetika bagus, detailnya terlihat, gambar menyatu dengan aktivitas lingkungan,” jelasnya.

Hasil karya terbaik itu, sambungbya, akan dipamerkan dan dibukukan. Selain itu, karya tersebut juga akan digunakan dalam produksi kalender oleh pihak sponsor. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here