Home Ekbis Cerita Ahmad Nasution, Terima Bantuan Modal Phapros Hingga Bisnis Berkembang

Cerita Ahmad Nasution, Terima Bantuan Modal Phapros Hingga Bisnis Berkembang

23
0
Ahmad Nasution menerima dana kemitraan PT Phapros untuk ketiga kalinya.

Semarang, 26/9 (BeritaJateng.net) – PT Phapros, Tbk telah menyalurkan setidaknya Rp22 miliar untuk dana kemitraan usaha kecil menengah (UKM) sebagai bagian dari kegiatan CSR (corporate social responsibility).

“Dalam kegiatan CSR kami kan terbagi dua, yakni `community development` dan bina lingkungan,” kata Direktur Utama PT Phapros Barokah Sri Utami di sela penyaluran dana kemitraan tahap II/2017 di Semarang, Senin.

Emmy, sapaan akrab Barokah menjelaskan fasilitas UKM dimaksudkan untuk membantu mereka mengembangkan usahanya dan terbukti cukup banyak UKM yang terfasilitasi bisa berkembang dengan sangat pesat.

Untuk mendukung pengembangan UKM, kata dia, kalangan UKM mitra yang sukses mengembangkan usahanya diundang untuk memberikan contoh, semangat, dan dorongan kepada UKM mitra yang lainnya.

“Ya, memang ada UKM mitra kami yang tidak berkembang, tetapi banyak yang berkembang. Sebab, kami tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga melakukan pengawalan terhadap keberlangsungan program,” katanya.

Ia menyebutkan setidaknya sudah ada 176 UKM mitra yang dibina Phapros sejak 2000 dan mereka yang tidak berhasil semakin lama semakin sedikit karena UKM yang sukses menularkan ilmunya kepada rekan-rekan UKM mitra.

“Kami berikan juga berbagai pelatihan, seperti manajerial, pengenalan risiko usaha, pengenalan proses bisnis, cara mendapatkan bahan baku, pengenalan konsumen, hingga pengelolaan utang-piutang,” katanya.

Jika UKM mitra berhasil, kata Emmy, tentunya mereka juga lancar membayarkan iuran rutin untuk melunasi pinjaman kepada Phapros yang bermanfaat untuk memperlancar kegiatan-kegiatan untuk UKM-UKM mitra berikutnya.

Ahmad Nasution, salah satu pelaku UKM mitra Phapros yang berhasil mengaku sangat terbantu dengan dana kemitraan yang didapatkannya untuk mengembangkan usaha, dan kali ini sudah yang ketiga kalinya difasilitasi.

“Saya rintis usaha konveksi, seperti pembuatan seragam, kaus olahraga, jaket, jas, dan sebagainya. Ya, Alhamdulillah dengan niat baik mengembangkan usaha bisa terus berkembang sampai sekarang,” katanya.

Ia masih ingat pertama kalinya mendapatkan dana kemitraan dari Phapros sebesar Rp50 juta yang menunjukkan kepedulian perusahaan farmasi nasional itu terhadap pengembangan UKM yang memang potensial.

Bahkan, saat ini Nasution sudah mempekerjakan 30 karyawan untuk tenaga menjahit, menyablon, dan memotong pola baju di usaha yang dinamainya Konveksi Mandiri Temanggung dengan gaji sebesar Rp1,25 juta/orang.

“Usaha ini, saya rintis sejak 2003 di Desa Jumo, Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Kebetulan, ayah saja penjahit. Ya, sekaligus ingin bagaimana usaha orang tua berkembang. Padahal, dulunya saya kerja sebagai pelaut,” katanya.

Untuk tahap II/2017, Phapros menyalurkan dana kemitraan sebesarRp749 juta dengan menjaring 16 mitra binaan, di antaranya enam UKM dari Semarang, satu UKM dari Salatiga, dua UKM dari Magelang, dan empat UKM dari Kudus. (El)