Home Headline Cek Peredaran Daging, Dinas Pertanian Semarang Temukan Cacing Hati  

Cek Peredaran Daging, Dinas Pertanian Semarang Temukan Cacing Hati  

866
0
Cek Peredaran Daging, Dinas Pertanian Semarang Temukan Cacing Hati
       SEMARANG, 13/6 (BeritaJateng.net) – Penjabat (Pj) Sekda Kota Semarang, Agus Riyanto, bersama Dinas Pertanian Kota Semarang melakukan pemantauan peredaran daging di Kota Semarang. Dari pantauan tersebut, petugas menemukan cacing hati dari daging yang dibawa pedagang dari luar kota.
      Pantauan peredaran daging tersebut dilakukan di Klinik Hewan di Gayamsari dan rumah potong hewan (RPH) di Penggaron. Di Klinik Hewan, petugas melakukan pengecekan semua daging yang dibawa pedagang.
        “Dari pengecekan petugas, kami menemukan hati yang sudah rusak dan mengandung cacing hati. Namun kondisinya masih bisa dikonsumsi setelah cacingnya dibuang,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Rusdiana.
Cek Peredaran Daging, Dinas Pertanian Semarang Temukan Cacing Hati  

Cacing hati tersebut, katanya, baru 10-15 persen. Sehingga daging masih bisa dikonsumsi setelah cacing dibuang. Namun kalau kerusakan sudah 100 persen maka hati hewan tersebut harus dibuang dan tidak boleh dijual.

       Dina, sapaan Rusdiana, mencatat ada kenaikan permintaan daging di Kota Semarang khususnya menjelang Lebaran 2018 ini. Biasanya, kebutuhan daging hanya 10-11 ton per harinya. Jumlah tersebut dipenuhi dari RPH Penggaron 5-6 ton. Sisanya dipenuhi dari luar kota yang dibawa para pedagang.
        “Pasti ada kenaikan. Sekarang saja, sudah bertambah dari 26 pedagang jadi 34 pedagang. Prediksi kami H-3 Lebaran kebutuhan daging naik 200 persen,” jelasnya.
        Untuk memberikan rasa aman dan nyaman warga Kota Semarang dalam mengkonsumsi daging kerbau maupun sapi, Dinas Pertanian rutin melakukan pengecekan setiap harinya. Pedagang harus membawa surat keterangan kesehatan hewan dari RPH yang menjadi tempat pemotongan.
        “Setelah masuk di Semarang, juga harus dicek di Klinik. Kalau semua kondisinya baik, pedagang mendapat surat keterangan dari petugas. Dan surat keterangan itu hanya bisa dipakai di Kota Semarang,” paparnya.
        Sebelumnya, Dinas Pertanian juga melakukan pengecekan peredaran daging di Pasar Johar Relokasi. Petugas menemukan aksi nakal pedagang yang melumuri daging dengan darah agar kelihatan segar.
       “Itu perbuatan kriminal. Kami sudah peringatkan pedagangnya jika mengulangi lagi maka akan kami serahkan ke Polrestabes,” ancamnya.
       Pj Sekda Kota Semarang, Agus Riyanto, mengatakan pengecekan yang dilakukan petugas dari Dinas Pertanian ini untuk memberikan rasa nyaman kepada warga dalam mengkonsumsi daging.
       “Pengecekan ini untuk mengerahui kualitas daging yang dijual. Daging yang layak dikonsumsi kemudian mendapat surat keterangan atau rekomendasi dari dinas,” katanya.
       Agus menyatakan, dari pantauan yang dilakukan, stok daging masih relatif tercukupi. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan kebutuhan daging akan meningkat menjelang Lebaran ini sampai setelah Lebaran. Karena itu, ia meminta Dinas Pertanian untuk mengantisipasi ketercukupan stok tersebut.
       “Alhamdulillah, semua stabil mulai dari harga daging dan stok yang cukup,” ucapnya.
       Ia menambahkan, kebutuhan daging di Kota Semarang selama ini mayoritas dipenuhi dari kiriman luar kota. Beberapa daerah sebagai penyangga kebutuhan daging di Kota Semarang yaitu Boyolali, Salatiga, Kabupaten Semarang, Grobogan dan Blora. (El)