Home Headline Cegah Resiko Kecelakaan, BNNP Jateng Lakukan Tes Urine di Terminal

Cegah Resiko Kecelakaan, BNNP Jateng Lakukan Tes Urine di Terminal

Puluhan pengemudi bus mengikuti tes urine BNNP Jateng di Terminal Terboyo.
Puluhan pengemudi bus mengikuti tes urine BNNP Jateng di Terminal Terboyo.
Puluhan pengemudi bus mengikuti tes urine BNNP Jateng di Terminal Terboyo.

Semarang, 14/7 (BeritaJateng.net) – Sebagai bentuk pencegahan terhadap resiko kecelakaan pada saat musim mudik Lebaran, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan Kepolisian Daerah melakukan tes urine terhadap awak bus di Terminal Terboyo Semarang.

BNN Provinsi Jawa Tengah meminta bantuan pada Kepala Terminal dan Kepala Dinas Perhubungan diminta memfasilitasi kamar kecil untuk buang air kecil. Tes urine dilakukan untuk mengetahui secara jelas apakah pengemudi mengkonsumsi narkotika atau tidak. Apabila kedapatan pengemudi positif diupayakan agar wajib menjalani rehabilitasi.

Kegiatan ini serentak dilakukan oleh BNN seluruh Kabupaten Kota yang ada di Jawa Tengah, diantaranya BNN Kabupaten Kendal, BNN Kabupaten Batang, BNN Kabupaten Temanggung, BNN Kabupaten Purbalingga dan BNN Kabupaten Cilacap.

Mekanisme uji tes urinenya dilakukan dengan mengambil sample, 1/3 urine dari pot yang disediakan agar mudah dicelupkan pada alat tes urine. Menggunakan sistem stik, dengan 6 parameter. Setelah pengemudi diminta untuk membuang air seninya, kemudian dimasukkan ke dalam pot dan di tes dengan alat yang disediakan oleh BNN Provinsi Jawa Tengah. Hanya dengan hitungan menit, hasilnya sudah bisa dilihat. Apabila pada parameter ada tanda strip 2 itu artinya negatif, sedangkan strip 1 artinya positif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (Kabidcemas), Susanto, SH., MM menjelaskan, apabila kedapatan pengemudi positif, kita lakukan langkah awal dengan mendalami. Bisa jadi dia mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung unsur-unsur salah satu yang ada pada proses tes urine.

“Apabila pengemudi positif jangan sampai mengendarai bus atau angkuatan. Dampak menggunakan narkotika bisa mengaburkan panca indera, melihat jauh dekat berbeda dengan sesungguhnya, blank sewaktu-waktu dan ini sangat berbahaya,” ujarnya.

Melalui tes urine ini dapat diketahui pengaruh pengkonsumsian obat yang terlalu banyak dapat mengganggu syaraf manusia.

“Begitu pengemudi terbukti positif, kita tidak serta merta menjustifikasi mereka pecandu. Kita lakukan screening awal, wawancara dengan ahli kedokteran dan psikolog. Bisa saja mereka positif karena mengkonsumsi obat flu, kita tidak mungkin salah karena berupaya mendalami melalui screening,” imbuhnya.

Kepala Terminal Terboyo, Slamet Widodo menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu tujuan pemudik selamat sampai tujuan. Disamping bus ditentukan layak jalan, pengemudi juga jangan sampai terindikasi terkena narkoba. Pemberitahuan melalui posko terpadu salah satunya pos kesehatan.

“Target dari BNN untuk hari ini 100 pengemudi yang melakukan tes urine. Tujuannya menjamin pengemudi tidak mengkonsumsi narkoba. Apabila terindikasi narkoba, pihak kepolisian melarang untuk mengemudi dalam jangka waktu yang ditentukan,” tuturnya.

Dia juga berpesan agar pengemudi selalu berhati-hati, menaati rambu-rambu lalu lintas dan jangan emosi.

“Selama lebaran ini pengemudi tidak dipatok jam, sopir datang terlambat juga tidak masalah. Agar lebih konsentrasi dalam mengemudi sehingga membawa penumpang dengan selamat,” ungkapnya.

Sopir Bus, Muhammad Sam’ani mengaku tidak mengkonsumsi obat-obatan jadi tidak khawatir. Dia membawa bus menuju Denpasar. Hari ini, berangkat pukul 13.30-19.00 WIB sampai di Ngawi. Mengemudi selama 6 jam, pulang pergi 12 jam dengan diberi waktu istirahat 3 jam. Setelah melakukan tahap tes urine dari BNN, dimulai dari absen, kencing, dan menunggu hasil tes selama 5 menit, ternyata negatif.

“Di jalan harus konsentrasi karena membawa banyak penumpang. Diutamakan keselamatan penumpang,” harapan dari sopir Bus Safari Dharma Raya ini.

Sementara itu, Susanto pun berpesan agar pengemudi menjaga kesehatan fisik, dengan tidak mengkonsumsi narkotika.

“Kalaupun ada janji-janji manis kekuatan fisik, itu hanya sementara. Dampaknya sangat berbahaya bagi diri sendiri dan kehidupannya. Apalagi dalam kondisi mengemudi, bisa menimbulkan kecelakaan penumpang,” paparnya saat mengawasi kegiatan tes urine. (BJT01)