Home Headline Cegah Mafia Sembako Timbun Stok, Polri dan Pemerintah Bentuk Satgas Pangan

Cegah Mafia Sembako Timbun Stok, Polri dan Pemerintah Bentuk Satgas Pangan

47
0

Semarang, 04/05 (Beritajateng.net) – Antisipasi lonjakan harga bahan pokok jelang bulan Puasa dan Lebaran, Kepolisian Republik Indonesia, membentuk Satgas Pangan, hingga di tingkat daerah. Satgas Pangan nantinya akan bertugas memantau ketersediaan bahan pokok dipasaran dan menindak tegas para spekulan nakal yang melakukan penimbunan bahan kebutuhan pokok.

pangan-2

Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, usai mengikuti video conference dengan Kapolri Jendral Tito Karnavian, di Mapolda Jateng bersama Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono beserta gubernur Ganjar Pranowo.
Mengantisipasi lonjakan harga pokok jelang dan selama bulan Ramadhon hingga Lebaran, pemerintah akan memantau seluruh distributor maupun agen maupun sub agen. Pemerintah meminta seluruh distributor maupun agen maupun sub agen untuk mendaftar dan melaporkan posisi gudang dan stok barang ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha, (KKPPU) dan Dinas Perdagangan masing-masing provinsi. Bagi yang belum mendaftar dianggap illegal dan terancam akan di cabut ijinnya.
Barang kebutuhan bahan pokok yang beredar dipasaran nantinya harus sesuai HET, yang telah ditetapkan pemerintah. Begitu juga dengan ritel- ritel modern yang ada, untuk tidak menjual harga sembarangan.”Kami akan pantau dan Satgas akan terus melakukan pengecekan ke lapangan, kalau ada yang melangar akan kami tindak tegas,” terang Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dalam sambutannya.

pangan-3

Sementara itu Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menegaskan bahwa sesuai dengan arahan kapolri bahwa pihaknya akan membentuk satgas pangan. satgas tersebut nantinya akan melakukan pengawasan harga pangan di pasar-pasar yang akan dievaluasi hasilnya pada tiap dua pekan. selain melakukan pengawasan harga dan ketersediaan sembako, satgas ini juga bertugas melakukan penegakan hukum terhadap kartel dan mafia pangan.”Intinya kami siap membantu pemerintah untuk mengantisipasi pelanggaran pelanggaran pada persiapan stok sembako jelang Puasa dan Lebaran tahun ini. Sesuai arahan pimpinan,” tegas Kapolda Jateng usai mengikuti Video Conference.
Hingga saat ini stok kebutuhan bahan pokok masih tersedia untuk 4 sampai lima bulan kedepan dan siap di glontorkan ke masyarakat. Untuk minyak goreng terdapat 1,5 juta liter, gula dari bulog 460 ribu ton, beras 21 juta ton, dan untuk daging 40 ribu ton sementara 51 ribu ton masih dalam perjalanan. (BJ/NG)