Home Lintas Jateng Cegah Banjir, Pemkot Bangun Embung dan Pintu Air

Cegah Banjir, Pemkot Bangun Embung dan Pintu Air

Lokasi pintu air dan embung yang akan dibangun Pemkot Solo untuk antisipasi banjir.
Lokasi pintu air dan embung yang akan dibangun Pemkot Solo untuk antisipasi banjir.
Lokasi pintu air dan embung yang akan dibangun Pemkot Solo untuk antisipasi banjir.

SOLO, 28/4 (BeritaJateng.net) – Pasca terjadi banjir bandang beberapa hari lalu, Pemerintah Kota Surakarta akan segera melakukan relokasi terhadap ratusan kepala keluarga (KK) yang selama ini tinggal di bantaran Kali Gajah Putih dan kawasan Minapadi, Solo.

Diperkirakan ada sekitar ada 200  keluarga yang tinggal bantaran sungai di kawasan Minapadi sedangkan di bantaran Kali Gajah Putih ada setidaknya  300 keluarga. 

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menyebutkan relokasi dilakukan agar warga bantaran  terhindar dari banjir.  Selain itu relokasi juga terkait rencana pemerintah kota (Pemkot) Solo untuk membangun embung atau tandon (polder penampungan air) di lokasi  Kali Anyar dan penataan kawasan bendung karet Tirtonadi pada 2016 mendatang.
  
“Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) yang akan merestorasi bendung karet Tirtonadi. Sedangkan Pemkot sendiri  masih menyusun rencana relokasi untuk warga yang akan terkena dampak pembangunan embung itu,” jelas Rudi ketika ditemui belum lama ini.

Rudi juga menjelaskan embung atau tandon air akan dibangun di kawasan Tirtonadi tepatnya di pertemuan Kali Gajah Putih dengan Kali Pepe yang akan berfungsi untuk menampung air sehingga Kota Surakarta akan bebas dari banjir.

“Tandon air (embung) juga akan  difungsikanberfungsi sebagai wisata air, dan juga untuk pengadaan air bersih,” lanjut Rudi. 

Pembangunan tandon air (embung) akan menggunakan APBN dan APBD Jawa Tengah dan menelan biaya sebesar Rp 12,5 miliar. Pemkot Solo yang nantinya akan melakukan  pembebasan tanah pada warga yang tinggal di sepanjan bantaran sungai.

“Tapi belum bisa dipastikan kapan relokasi dilaksanakan. Pemkot masih menyiapkan lahan dan dana untuk pembebasan tanah. Kemungkinan  baru bisa dilaksanakan pada awal tahun 2016,” papar Rudi.

Agar wilayah Solo utara tidak direndam banjir Kali Anyar  akan dilakukan normalisasi oleh Pemkot Solo dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan (BBWSB) Solo. 

Selain itu juga akan dibangun pintu air di lokasi  Kali Anyar. Saat ini  belum ada pintu air sehingga  saat datang kiriman banjir dari Kabupaten Boyolali air langsung meluap ke pemukiman warga. 

“Pintu air akan berfungsi mengatur luapan air, sehingga saat air sungai meluap  tidak langsung masuk ke pemukiman warga,” papar Rudi. (BJ24)

Advertisements