Home Headline Casytha Masuk 10 Besar Nasional Perolehan Suara DPD RI

Casytha Masuk 10 Besar Nasional Perolehan Suara DPD RI

414

SEMARANG, 29/5 (Beritajateng.net) – Calon Anggota DPD terpilih asal Jateng Casytha A Cathmandu yang merupakan pendatang baru di dunia politik berhasil mendapat suara yang sangat signifikan dan tercatat mendapat posisi sebagai 10 besar perolehan suara nasional.

Selain Casytha, tiga calon anggota DPD asal Jateng lainnya juga mencatatkan diri dalam 10 besar tertinggi nasional.

Hal tersebut dapat dilihat setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) merampungkan rekapitulasi penghitungan suara untuk Pemilu 2019.

Hasil rekapitulasi penghitungan tersebut tertuang dalam Keputusan KPU RI Nomor: 987/PL.01.8-KPT/06/KPU/V/2019 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Secara Nasional dalam Pemilihan Umum Tahun 2019.

Perolehan suara tertinggi calon DPD RI ditempati Oni Suwarman atau Oni SOS. Calon DPD asal Jabar ini ini mendapatkan 4.132.681 suara sah.

Posisi kedua diraih calon senator asal Pasuruan, Jatim, Evi Zainal Abidin. Mantan anggota DPR dari Partai Demokrat ini mendapatkan 2.416.663 suara.

Juara ketiga ditempati petahana DPD RI dua periode asal Jateng. Yaitu Denty Eka Widi Pratiwi yang meraih 2.347.604 suara.

Di posisi empat ada mantan Ketua Umum PSSI La Nyala Mattalitti dari dapil Jatim. Dia mendapatkan 2.267.058 suara.

Urutan kelima ditempati pendatang baru, Casytha Arriwi Kathmandu dari Jateng. Dia adalah mantan pegawai bank dan putri Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto. Praktisi perbankan lulusan Melbourne, Australia tersebut meraih 2.080.525 suara.

Posisi keenam, ada kompetitor Sytha, sapaan Casytha Arriwi Kathmandu di dapil Jateng, Bambang Sutrisno. Pensiunan PNS dan aktivis PGRI ini memperoleh 1.631.351 suara.

Di peringkat ketujuh masih ditempati calon dari dapil Jateng yaitu Abdul Kholik. Tokoh asal Cilacap ini meraup 1.420.065 suara.

Di ranking kedelapan ada Ahmad Nawardi. Petahana asal Madura, Jatim ini 1.414.478 suara.

Pada urutan sembilan ada Amang Syafrudin, peraih 1.410.880 suara di dapil Jabar. Sementara di posisi kesepuluh ada Adilla Azis dari Jatim yang meraih 1.322.755 suara.

Sedangkan dua petahana asal Jateng, Bambang Sadono dan GKR Ayu Koes Indriyah diprediksi gagal ke Senayan.

Bambang Sadono meraih 1.254.802 suara dan berada di 11 besar nasional. Sayangnya, itu tidak cukup membawanya kembali menjadi senator.

Sedangkan GKR Ayu Koes Indriyah berada di urutan 13 perolehan suara nasional. Salah satu putri mendiang Paku Buwono XII itu meraih 1.041.035 suara. Dia juga gagal menjabat kembali.

Pengamat politik Undip, Wahid Abdulrahman mengatakan gagalnya incumbent DPD RI di Jateng disebabkan beberapa faktor. Diantaranya jaringan politik yang dibentuk kalah dengan sejumlah wajah baru.

Dia mencontohkan Casytha Arriwi Kathmandu didukung oleh jaringan kepartaian yang kuat. Terlebih, Jateng dikenal dengan basis PDI Perjuangan. “Jaringan kepartaian dalam tanda kutip menjadi variabel utama. Terutama di daerah Solo Raya,” katanya.

Dia menambahkan, meski petahana kerap turun dan merawat konstituen semasa menjabat, namun rupanya hal itu tidak cukup. “Saya melihat kinerja petahana tak menjadi jaminan dipilih kembali. Apalagi hasil kinerja DPD kurang dapat dirasakan. Buktinya, petahana juga kalah dengan wajah baru yang punya jaringan sosial kuat saat kampanye,” paparnya.

Selain itu lanjutnya, kekuatan finansial juga menjadi faktor pendukung dalam menarik pemilih. Sebab, modal besar dibutuhkan untuk ongkos politik dan merawat tim pemenangan.

Faktor lain adalah pemilihan calon anggota DPD RI dianggap kurang seksi di mata pemilih. Dia melihat masyarakat lebih aware dengan Pilpres.

(NK)