Home Ekbis Cari Oleh-oleh Khas Semarang yang Murah Tapi Tetap Nikmat? Ke ‘Bandeng Presto...

Cari Oleh-oleh Khas Semarang yang Murah Tapi Tetap Nikmat? Ke ‘Bandeng Presto Juanda’ Aja

432
0
Susana Sri Hartati, Owner Pusat Oleh-oleh khas Semarang 'Bandeng Presto Juanda'
      Semarang, 15/5 (BeritaJateng.net) – Bisnis oleh-oleh khas Semarang masih memberikan peluang mendatangkan keuntungan yang menjanjikan. Sebagai contoh, bandeng duri lunak (presto) dan lunpia. Dua jenis oleh-oleh khas Semarang ini, kini tersedia di toko oleh-oleh ‘Bandeng Presto Juanda’ di Jalan Mayjend Sutoyo 35 (Kampung Kali) Semarang.
     Menurut pemilik toko, Susana Sri Hartati, meski sudah banyak toko oleh-oleh di Semarang, dirinya meyakini toko miliknya bisa menjadi alternatif bagi wisatawan dan warga Semarang yang ingin berbelanja oleh-oleh.
       “Lihat saja tiap orang atau wisatawan pasti beli oleh-oleh untuk orang terdekatnya. Jadi bisnis ini masih menjanjikan. Apalagi kunjungan wisata di Semarang terus meningkat, kami yakin makin banyak orang berbelanja,” ujarnya disela-sela pembukaan toko.
Susana Sri Hartati, Owner pusat oleh-oleh khas Semarang ‘Bandeng Presto Juanda’
        Susana menjelaskan, bandeng presto dan lunpia menjadi menu andalan yang disajikan berbeda dibandingkan toko oleh-oleh ditempat lain. Begitu juga dengan harga, dirinya mematok dengan harga yang bersaing tapi rasa tetap nikmat.
      “Bandeng presto dijual dengan harga Rp95 ribu perkilo.  Kalau lunpia dijual mulai dari harga Rp8 ribu, dengan anek rasa seperti original, rasa ayam dan kepiting serta rasa udang spesial. Dan di toko kami, pembeli bisa ‘nyicipi’ (mencoba makanan) ditempat,” jelasnya.
       Ditambah lagi menurutnya, banyak makanan dan jajanan yang menjadi pelengkap menu utama. Sebagai contoh roti rasa kacang, keju dan rasa lainnya. Hal ini kata dia, semakin menambah pilihan bagi konsumen saat berbelanja oleh-oleh.
       “Lokasi toko kami juga mendukung. Karena pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran sudah macet. Di toko kami tersedia tempat parkir luas. Jadi pembeli makin nyaman belanja,” tambahnya.
       Ke depan, kata dia, varian rasa makanan dan jajanan akan ditambah dengan menyesuaikan keinginan pasar dan masukan dari para pelanggan.
Tak hanya bandeng duri lunak dan lunpia saja, ada pula aneka jajan oleh-oleh khas Semarang dan aneka kue di Bandeng Presto Juanda dan Bakery Oma Indo.

Lebih lanjut Susana menambahkan, lima tahun yang lalu dirinya telah membuka toko serupa di ‘Kampung Jawa’ yang berlokasi di Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. Segmen market yang dibidik adalah konsumen bisnis dan sisanya para wisatawan.

       “Tiap week end, tingkat kunjungan bisa tiga kali lipat. Kami kerjasama dengan tour and travel. Jadi ramai terus banyak orang mampir dan belanja oleh-oleh,” terangnya.
       Dengan melihat peluang bisnis oleh-oleh yang kian menjanjikan tersebut, Susana akhirnya memberanikan diri mencoba keberuntungan membuka cabang di Kota Semarang. (El)