Home Ekbis Cara Bayar PBB Desa Wonokerto, Patut Ditiru

Cara Bayar PBB Desa Wonokerto, Patut Ditiru

190
0
Pengundian dorprise pajak PBB warga

Demak, 16/4 (BeritaJateng.net) – Banyak cara dilakukan untuk menggugah kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.

Di Desa Wonokerto, Kecamatan Karangtengah, pemerintah desa setempat membuat gerakan satu hari lunas pajak.

Pihak desa menyediakan beragam dorprise bagi warga yang membayar pajak tepat waktu.

Mereka berbondong- bondong datang ke balai desa untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2018, Minggu (15/4/2018).

Warga rela mengantri untuk membayar Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB yang sudah menjadi kewajibannya itu.

Bagi warga wajib pajak yang melunasi pajaknya hari itu, selain mendapat kupon dorprise juga mendapat makan siang dan suguhan musik dangdut.

Apa yang dilakukan Pemerintahan Desa Wonokerto, Kecamatan Klambu untuk meningkatkan kesadaran warga dalam membayar PBB ini, patut ditiru.

Kepala Desa Wonokerto, Bambang Untoro, menuturkan, di Kecamatan Karangtengah, baru Desa Wonokerto yang mengupayakan pembayaran PBB dilakukan serempak dalam sehari.

Untuk menggugah animo warga, pihaknya jauh-jauh hari sebelumnya melakukan sosialisasi adanya pembayaran PBB massal pada waktu yang sudah ditentukan.

Selain itu juga mengingatkan kepada warga pentingnya membayar pajak bagi pembangunan.

” Pajak itu dari rakyat untuk rakyat. Hasil dari pajak di kembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur. Kita lihat, jalan – jalan di Demak sudah bagus dan mulus, itu salah satunya karena pajak,” tuturnya.

Pembayaran serempak ini, agar tidak ada tunggakan pajak yang dilakukan warga Desa Wonokerto.

Dengan beragam pendekatan, warga bisa menerima kebijakan dari pemerintah desa. “Alhamdulillah, repon warga baik. Mereka mendukung kebijkan kita, ” lanjutnya.

Sebanyak 902 lembar (SPPT) PBB wajib pajak di Desa Wonokerto sudah dibayar, yang totalnya mencapai Rp 48.678. 773.

” Hari ini sudah 90 persen wajib pajak yang membayar PBB. Insya Allah dalam waktu dekat kita optimis bisa 100 persen lunas, ” ucapnya.

Adanya rangsangan dorprise , terbukti membuat masyarakat bergairah untuk membayar pajak. Sebelum loket pembayaran dibuka, sudah banyak warga yang datang ke balaidesa.

Puluhan dorprise berupa peralatan rumah tangga dan barang elektronik serta uang tunai tersebut, merupakan partisipasi dari kepala desa dan perangkat desa.

“Ada warga yang PBB nya cuma bayar Rp 5.000, malah dapat dorprise uang tunai Rp. 500.000, jadi malah untung,” tutupnya sembari tersenyum. (El)