Home Headline Cantiknya Panorama Pedesaan di Kampung Sawah Mijen

Cantiknya Panorama Pedesaan di Kampung Sawah Mijen

952
Cantiknya Panorama Pedesaan di Kampung Sawah Mijen
        SEMARANG – Di wilayah Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Semarang, ada sebuah objek wisata baru yang bernama Kampung Sawah.
       Sesuai namanya, objek wisata ini menawarkan keelokan sawah nan hijau disertai dengan megahnya gunung Ungaran.
        Berada di atas luas tanah 500 hektare, Kampung Sawah menawarkan paket wisata edukasi yang terdiri dari memerah sapi, membajak sawah, menanam padi, dan tari tradisional.
        Pengelola Kampung Sawahan, Joni Setiawan mengatakan, sekarang objek wisata ini masih dalam tahap pengembangan. Sehingga untuk sementara, hanya ada panggung kesenian dan panggung swafoto.
Cantiknya Panorama Pedesaan di Kampung Sawah Mijen
        “Kampung Sawah belum 100 persen sempurna. Masih ada beberapa hal yang akan kami benahi. Tapi arahnya sudah jelas, Kampung Sawah akan menjadi objek wisata selfie dan edukasi,” tuturnya.
        Kampung Sawah berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kota Semarang yang dihibahkan kepada warga Kelurahan Tambangan.
        Seluruh pengelolaan objek wisata diberikan kepada warga. “Nanti warga sendiri yang akan mengelola dan mengembangkan Kampung Sawah. Termasuk hasil panen padi, jagung, dan ketela yang ditanam di sini,” jelas anggota komunitas Sedulur Mijen Semarang (SMS) ini.
        Joni bersama warga berencana akan mengadakan acara setiap minggunya. Acara yang dimaksud yakni berupa pertunjukan kesenian, bazar pasar murah, bazar hasil bumi khas Mijen, maupun lomba kicau burung.
        “Kami usahakan setiap minggu akan ada event. Ini untuk menarik wisatawan sehingga tidak hanya bisa menikmati persawahan maupun pemandangan gunung saja,” imbuhnya.
         Saat diresmikannya Kampung Sawah, berbagai lomba diadakan oleh masyarakat Kecamatan Mijen.
        Seperti lomba karapan kerbau, tarik tambang, lempar bola, menangkap bebek, dan fashion show. Tentu kegiatan tersebut diadakan di atas lahan berlumpur bekas areal sawah.
        “Setiap tahun tentu kami akan mengadakan agenda besar yang melibatkan banyak masyarakat. Harapannya, Kampung Sawah bisa menjadi objek wisata alternatif untuk masyarakat Kota Semarang maupun kota lain,” tandasnya. (El)