Home Kesehatan Canggih, Operasi Katarak Tanpa Pisau Bedah & Hanya 10 Menit

Canggih, Operasi Katarak Tanpa Pisau Bedah & Hanya 10 Menit

814
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, (BeritaJateng.net) – Katarak masih menjadi penyebab kebutaan nomor satu di dunia. Presiden Direktur Jakarta Eye Center Korporat, Darwan M. Purba, mengatakan Indonesia menempati peringkat kedua penderita katarak di dunia setelah Ethiopia dan nomor satu di Asia Tenggara.

“Dulu Indonesia peringkat ketiga, tapi sekarang nomor dua,” katanya, belum lama ini.

Penyakit ini disebabkan oleh kekeruhan pada lensa yang membuat penglihatan menjadi buram, bahkan sampai buta. Akibat kekeruhan tadi, cahaya tak bisa sampai ke retina.

Dulu operasinya begitu menakutkan. Dokter mesti membedah mata dengan pisau. Tapi, dengan teknologi terbaru, hal menyeramkan seperti itu bisa dihindari. ”Operasi sekarang menggunakan sinar laser,” kata Direktur Medis Jakarta Eye Center Kedoya, Setiyo Budi Riyanto.

Bladeless laser cataract surgery, atau operasi katarak tanpa pisau bedah, yang sudah digunakan sejak tiga tahun silam itu menggunakan sinar laser berbasis femtosecond. Sinar tersebut berasal dari sinar inframerah yang mampu memotong dengan akurat. Jadi, kini, kata Setiyo, untuk mengambil katarak, dokter tak perlu lagi menyayat separuh bagian di pinggir kornea.

“Sayatannya sangat minimal, 1,8-2,2 milimeter,” kata Ketua Bedah Refraktif Surgery itu.

Setelah disayat, lensa katarak dihancurkan dengan memakai jarum tip yang terhubung dengan mesin fakoemulsifikasi, yang menggunakan tenaga ultrasonik berfrekuensi tinggi.

Mesin itu merupakan teknologi terbaru yang baru digunakan di Jakarta Eye Centre sejak tahun lalu. Lensa yang sudah dihancurkan tadi kemudian diairi dan disedot untuk membuang katarak. Jika sudah bersih, barulah lensa anyar ditanam.

Proses pembedahan tak berlangsung lama. Cukup kurang-lebih 10 menit, pasien tak perlu menginap di rumah sakit. Mereka bahkan langsung bisa membuka perban di mata sesampai di rumah. Mata pun bisa langsung dilatih, seperti untuk menonton televisi.

Selain cara pembedahan yang lebih maju, lensa tanam makin berkembang. Sebelumnya, dokter menggunakan lensa monofocal, seperti lensa aspheric yang bisa mengurangi bias, sehingga kualitas penglihatan lebih baik, dan lensa non-aspheric yang masih bias.

Sekarang ada lensa multifocal yang bisa mengoreksi penglihatan jauh dan dekat. Maka, jika menderita mata minus atau plus, pasien bisa langsung menanamkan lensa sehingga tak perlu memakai kacamata.

Dan kini ada teknologi yang lebih baru lagi, yakni lensa toriq. Lensa ini berfungsi mengoreksi mata silindris. “Sehingga pasien yang sebelumnya menderita silindris bisa ikut dikoreksi, sehingga tak perlu menggunakan kaca mata lagi,” kata Budi.

Ada berbagai macam penyebab katarak. Penyebab paling umum adalah karena menuanya usia. “Biasanya usia 50 tahun mulai katarak,” Budi menambahkan. “Tapi kini usia 40 tahunan juga banyak yang mengalami.” (Bj/bisnis.com)