Home Headline Camat Mijen Semarang Bantah Terlibat Dugaan Pungli Retribusi Parkir

Camat Mijen Semarang Bantah Terlibat Dugaan Pungli Retribusi Parkir

199
0
Pungutan liar (Pungli) - ilustrasi.
      SEMARANG, 17/4 (BeritaJateng.net) – Camat Mijen, M Yenuarso, membantah dirinya terlibat dugaan pungutan liar yang saat ini ditangani oleh tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Semarang. Ia justru mengaku belum pernah diperiksa Tim Saber Pungli terkait masalah tersebut.
       Saat gelaran Trial Game Asphalt 2018 di Sirkuit Mijen pada 6-7 April, Yenuarso justru tidak berada di Mijen. Ia sedang mengikuti acara bersama Wali Kota Semarang dan para pejabat lain Pemkot Semarang di Bandungan, Kabupaten Semarang.
       “Semua yang dituduhkan ke saya itu tidak benar. Saya tidak tahu berapa tarif parkir yang ditarik, saya juga tidak nerima setoran. Tapi kok disalahkan,” kata Yenuarso, Selasa (17/4/2018).
       Dikatakannya, saat gelaran Trial Game, banyak kelompok masyarakat yang membuka jasa parkir. Tidak hanya masyarakat dari wilayah Mijen saja tapi dari luar juga. Meski demikian, pihaknya tidak bisa melarang.
        “Kami yang ada di wilayah Mijen, kemudian memfasilitasi kelompok-kelompok itu dengan membagi area saja. Tujuannya agar mereka tidak berkelahi. Jadi sudah tuhas kami untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Karena Dispora yang bertanggungjawab mengelola Sirkuit juga tidak turun tangan,” ucapnya.
       Setelah memfasilitasi membagi area untuk parkir, Yenuarso mengungkapkan, jika dirinya tidak tahu berapa tarif parkir yang dipatok kepada para pengunjung sirkuit. Masyarakat yang membuka jasa parkir membuat karcis sendiri tanpa sepengetahuannya.
        “Setelah itu uang parkir yang diperoleh berapa, saya juga tidak tahu. Uangnya dibagi mereka sendiri. Saya tidak mendapat setoran dari masyarakat yang buka parkir itu. Jadi rasanya aneh kok dibilang ada bukti Rp 15,9 juta,” kesalnya. (El)