Home Headline Calon Kades ini Lapor Polda Karena Merasa Ditipu

Calon Kades ini Lapor Polda Karena Merasa Ditipu

image

Semarang 6/4 (Beritajateng.net) – Merasa dirugikan, seorang calon kepala desa bernama Dasar Wibowo (32) warga Trikoyo RT 2 RW 2, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati melaporkan Panitia Pemilihan Kepala.

Mereka dilaporkan atas terkait dugaan kecurangan atau manipulasi penghitungan dalam proses pemilihan kepala desa di desa tersebut. Tertulis susunan kepanitiaan dalam Pemilihan Kepala Desa di Desa Trikoyo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati; Ketua Lukayat dan Sekretaris Jumino. 

Wibowo mengaku kesal karena berdasarkan penghitungan para saksi, pihaknya seharusnya menang. Namun dalam pemberitahuan resmi melalui surat berita acara yang diterbitkan oleh panitia pemilihan kepala desa, justru pihak lawannya menang. Lawan yakni Tarmijan (47) warga Trikoyo RT 3 RW 4, Jaken, Pati. 

“Saya ada kecurangan dalam penghitungan ini,” kata Wibowo saat melapor ke Polda Jateng, Senin (6/4) sore.

Wibowo menjelaskan dalam pemilihan kepala desa itu dilaksanakan pada 28 Maret 2015 lalu di Desa Trikoyo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati ditengarai curang karena jumlah pemilih berdasarkan undangan yang hadir adalah 1482 orang. 

Hanya ada dua calon dalam pemilihan kepala desa tersebut. Yakni Dasar Wibowo dengan nomor urut 1, dan Tarmijan dengan nomor urut 2. Tarmijan sendiri merupakan calon incumbent atau mantan kepala desa. 
Pelaksaan penghitungan suara dilaksanakan di hadapan para calon, para saksi, panwas, dan masyarakat, mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.50. 

Berdasarkan hasil penghitungan saksi menunjukkan bahwa Dasar Wibowo memperoleh 731 suara. Sedangkan pihak Tarmijan berdasarkan penghitungan saksi memperoleh 730 suara. 

“Sehingga saya seharusnya menang dengan selisih 1 suara. Bahkan saya sudah diarak pulang dan dikawal polisi. Semua pendukung sudah merayakan kemenangan,” katanya. 

Namun Wibowo kaget bukan kepalang, saat menerima surat berita acara terkait hasil penghitungan tersebut. Berdasarkan Surat Berita Acara Nomor 141.1/13/III/2015, disebutkan hasil penghitungannya adalah; Dasar Wibowo calon nomor urut 1 memperoleh 731 suara. Sedangkan Tarmijan calon nomor urut 2 memperoleh 732 suara. 

“Diduga ada kecurangan panitia yang dilakukan dengan cara mengubah angka di surat berita acara menggunakan alat tulis.” ungkapnya. 

Dari hasil data dari berita acara, jumlah orang yang menggunakan hak pemilih 1482 asli, kemudian diubah menjadi 1483 yang diduga palsu.

Seharusnya, hasil hitungan 731 suara (milik Wibowo-Red), jika dijumlah dengan hitungan 730 suara (milik Tarmijan) yakni berjumlah 1482 suara (sesuai undangan yang hadir). Suara yang dinyatakan tidak sah berjumlah 21 suara. 

“Tapi mereka main curang dengan mengubah angka di berita acara tersebut. Hasil penghitungan milik Tarmijan awalnya 730 suara diubah menjadi 732 suara. Jika ditotal tidak sesuai dengan jumlah undangan yang hadir,” bebernya. 

Mengetahui itu Wibowo mengaku tidak terima atas proses penghitungan suara tersebut. 

“Saya diberitahu panitia menyampaikan bahwa sesuai hasil penghitungan panitia,” ujar Wibowo. 

Mengetahui ada kecurangan tersebut, Wibowo meminta keadilan dan penegakan hukum dengan melapor ke Polda Jateng. Pihaknya berharap, oknum panitia pelaksanaan pemilihan kepala desa di Desa Trikoyo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, yang telah melakukan kecurangan dalam penghitungan suara tersebut diproses hukum. (BJ04)

Advertisements