Home Headline Call Centre 112 Fokus Layani Aduan Masyarakat Semarang

Call Centre 112 Fokus Layani Aduan Masyarakat Semarang

240
0
Situation Room Semarang Disiagakan untuk Pantau Mudik Lebaran 
      Semarang, 7/6 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta layanan kegawatdaruratan “call centre” 112 dibuat untuk melayani aduan masyarakat sehingga jangan dibuat main-main.
     “Tolong layanan ‘call centre’ 112 dipakai secara benar, serius. Layanan ini melayani segala bentuk laporan kegawatdaruratan,” katanya, saat meninjau “call centre” 112 di Semarang, Kamis.
     Pusat layanan “call centre” 112 berada di “Situation Room” di Kompleks Balai Kota Semarang yang dilayani oleh para petugas yang bersiaga selama 24 jam menerima aduan dari masyarakat.
     Ia menyebutkan sejak layanan “call centre” 112 diresmikan pada 2 Mei 2018 sampai sekarang ini sudah menerima setidaknya 4.600 telepon pengaduan dari masyarakat mengenai berbagai persoalan.
     “Namun, dari 4.600 aduan yang masuk itu, hanya sekitar 800 aduan yang benar-benar membutuhkan pertolongan. Tidak sampai 20 persennya. Sisanya, main-main, godain oeprator, dan sebagainya,” katanya.
     Artinya, orang nomor satu di Kota Semarang itu mengatakan butuh kedewasaan dari masyarakat untuk memanfaatkan layanan “call centre” yang sudah disediakan secara benar dan bermanfaat.
     Hendi, sapaan akrab politikus PDI Perjuangan itu juga mempersilakan layanan “call centre” 112 itu dimanfaatkan oleh para pemudik yang membutuhkan bantuan dan pertolongan kegawatdaruratan.
     “Layanan ini melayani semua bentuk laporan kegawatdaruratan, seperti bencana, kebakaran, kecelakaan, dan sebagainya. Para operator siap piker secara bergantian selama 24 jam,” katanya.
     Begitu menerima laporan dari masyarakat, kata dia, para operator akan langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti polsek dan Polrestabes Semarang untuk dilakukan tindak lanjut.
     “Semua layanan jadi satu di nomor 112 ini. Jadi, masyarakat tidak perlu mengingat banyak nomor. Cukup hubungi ‘call centre’ 112 jika membutuhkan layanan kegawatdaruratan,” katanya.
     Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Semarang Nana Storada menjelaskan layanan “call centre” resmi diluncurkan pada 2 Mei 2018 bertepatan dengan HUT Ke-471 Kota Semarang.
     “Masyarakat bisa memanfaatkan layanan ‘call centre’ 112 ini untuk segala bentuk laporan kegawatdaruratan, misalnya membutuhkan ‘Ambulans Hebat’, terjadi kecelakaan, dan sebagainya,” katanya.
     Begitu mendapatkan laporan, kata Nana, para operator akan langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti kebakaran dengan Dinas Pemadam kebakaran, kejahatan dengan kepolisian, dan sebagainya. (El)