Home Headline Cabut Berkas, Calon Wali Murid SMKN 1 Blora Keluhkan Banyak Siswa Berbekal...

Cabut Berkas, Calon Wali Murid SMKN 1 Blora Keluhkan Banyak Siswa Berbekal SKTM 

479
0
Cabut Berkas, Calon Wali Murid SMKN 1 Blora Keluhkan Banyak Siswa Berbekal SKTM 
       BLORA, 9/7 (BeritaJateng.net)- Puluhan calon wali murid di SMKN 1 Blora Senin pagi (9/7/2018) mendatangi pihak sekolah untuk melakukan pencabutan berkas pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018. Pencabutan dilakukan karena mereka kecewa dengan panitia PPDB yang tidak meloloskan anaknya.
       Para orang tua murid menduga, banyaknya siswa dengan nilai bagus yang tidak lolos PPDB lebih disebabkan karena banyaknya pengguna SKTM ( surat keterangan tanda miskin) palsu di SMKN 1 Blora.
       Sesuai peraturan gubernur Jawa tengah, penerimaan peserta didik baru di jenjang SMK sederajat memang lebih memprioritaskan kepada siswa miskin yang memiliki SKTM.
       “Barangkali hanya pakai KIP (kartu Indonesia pintar) bisa diterima, ternyata tidak. saya gak pakai SKTM tapi akhirnya ya anak saya ga diterima,” ucap Anton kepada wartawan Senin (9/7/2018).
        Anton mengaku, di SMKN 1 Blora anaknya mengambil jurusan teknik bangunan. Menurutnya, secara bobot, nilai anaknya sebenarnya cukup memenuhi syarat keterima.
       “Nilai anak saya 16, ambil jurusan bangunan. Padahal ada nilai yang dibawah anak saya bisa diterima, tapi pakai SKTM. Masak saya harus ikut-ikut buat SKTM agar bisa diterima”, keluhnya.
       Ketua PPDB SMK kabupaten Blora, Eko Kusriyanto tidak menyangkal jika banyak siswa di SMKN 1 Blora yang diterima karena berbekal SKTM. Ia pun mengaku tidak bisa berbuat apa-apa karena memang sudah ada aturannya.
       “Kalau saya lihat berbendera merah, itu artinya menggunakan SKTM. Tapi tidak hanya SKTM saja tapi ber- KIP juga. Jumlahnya berapa, masih di operator masih proses sehingga belum kita rekap. Tapi hari kedua pendaftaran kemarin, ada 163 yang menggunakan SKTM dan 200 menggunakan KIP”, jelas Eko.
        Pihaknya mengaku tidak bisa melakukan validasi sendiri mengingat banyaknya SKTM tersebut. Saat ini upaya yang dilakukannya dengan menggandeng dinas sosial untuk melakukan verifikasi SKTM tersebut.
       “Kalau kita harus verivikasi jelas tidak mungkin, karena saking banyaknya. Upaya yang bisa kita lakukan saat ini hanya bekerja sama dengan dinas sosial untuk memverivikasi SKTM tersebut”, pungkasnya.
(MN/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here