Home Lintas Jateng Buruh Minta Dukungan kepala Daerah Tolak PP. No. 78

Buruh Minta Dukungan kepala Daerah Tolak PP. No. 78



SOLO, 19/11 (BeritaJateng.net) – Aksi penolakan PP. No. 78 Tahun 2015 tentang pengupahan yng di nilai sangat merugikan buruh masih terus berlanjut. Ratusan buruh dari berbagai organisasi se Soloraya yang tergabung dalam Persatuan Pergerakan Buruh Soloraya (Prabusora) menggelar aksinya di depan tugu Balaikota Solo, Jawa Tengah.

Mereka menggelar orasi yang meminta agar para pemangku wilayah alias kepala daerah untuk menolak PP. No. 78 Tahun 2015 yang dianggap sebagai perbudakan gaya baru di era modern.

Dengan menggunakan bak terbuka mereka beorasi di tengah teriknya sinar matahari menuntut Presiden Joko Widodo mencabut PP. No. 78 Tahun 2015 tentang pengupahan yamg sangat mengungkung hak-hak buruh.

Koordinator Aksi Prabusora Endang Setyowati menjelaskan buruh akan tetap melakukan aksi penolakan adanya Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2015 tentang pengupahan buruh yang mengebiri hak dari para buruh yang sudah sangat terpinggirkan.

“Kita harapkan Peraturan Pemerintah no 78 itu harus di cabut. PP itu sangat merugikan buruh, dan juga  telah melanggar konstitusi berdasarkan UUD 45 pasal 27 ayat 2,” terang Endag di sela aksinya, Kamis (19/11/2015) di Solo Jawa Tengah.

Peserta aksi juga memintaa kepada para gubernur dan wali kota untuk melawan Jokowi yang sudah mengeluarkan PP No. 78. Karena  formulasi upah minimum yang ditetapkan di PP itu sendiri hanya berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang menjadi domain pemerintah pusat.

“Sat ini UMK di Jawa Tengah paling rendah dibandingkan dua provinsi lainnya, Jawa Barat dan Jawa Timur. Di Jawa Tengah paling tinggi Rp 1,3 juta. Dengan angka tersebut, untuk biaya hidup sehari-hari pun tidak cukup, belum lagi untuk biaya sekolah maupun kuliah anak-anaknya,” keluhnya.

Aksi demo yang dikawal petugas kemananan berlangsung aman dan tertib dan diikuti  8 serikat buruh seperti SPRI, Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).

Arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan di sekitar Kantor Pos Besar hingga kantor Balaikota Solo dimana pusat aksi demo berlangsung. (BJ24)