Home Headline Buron 5 Tahun, Kurir Narkoba Di Ringkus Polisi

Buron 5 Tahun, Kurir Narkoba Di Ringkus Polisi

111
0
Buron 5 Tahun, Kurir Narkoba Di Ringkus Polisi
              Semarang, 12/9 (BeritaJateng.net) – Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan kurir sekaligus pengedar Narkoba jenis Sabu dan obat terlarang. Tersangka bernama Adi Suryanto alias pitik (32) warga Cimandiri Kota Semarang.
              Barang bukti yang diamankan cukup banyak, yakni sabu seberat 250 gram dan pil ekstasi sebanyak 703 butir.
              Tersangka ini tertangkap setelah lima bulan menjadi buron pihak Kepolisian selama 5 bulan. Adi ditangkap di rumahnya di jalan Cimandiri, Semarang saat mengunjungi istrinya PR.
                Selama pelarian pelaku berpindah-pindah tempat, diantaranya di wilayah Sragen, Pati bahkan sempat bersembunyi di rumah orang tuanya.
             Menurut Dirresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol. Krisno Halomoan siregar menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal saat petugas mencurigai adanya transaksi lima bulan lalu. Dimana tersangka melakukan transaksi dengan salah satu penghuni Lembaga Pemasyarakatan di Wilayah Jawa Tengah.
Buron 5 Tahun, Kurir Narkoba Di Ringkus Polisi
Buron 5 Tahun, Kurir Narkoba Di Ringkus Polisi

Untuk pengambilan Narkoba di wilayah Jawa Timur. Dari pengiriman narkoba jenis sabu dan ekstasi berjumlah besar tersebut oleh satuan narkoba polda jatengdilakukan pelacakan dan penangkapan terhadap tersangka.

                “Kronologis penangkapan berawal pada 30 april lalu, petugas memonitor adanya barang yang masuk ke wilayah Jateng yang dilakukan tersangka dalam jumlah besar. Seseorang bernama Mr X napi yang menghuni disalah satu Lapas di Jawa tengah menjadi pengendali dengan memberikan perintah kepada tersangka menjemput barang di Wilayah Jawa timur seberat 1 kg. Dengan jumlah tersebut ratusan gram telah dibagi tersangka dibebrapa wilayah di Jawa tengah. Tersangka juga mengambil 703 butir ekstasi,” ujarnya saat gelar perkara di Kantor Ditnarkoba Polda Jateng, Selasa (12/9).
                 Dari pemeriksaan petugas tersangka yang juga residivis dalam kasus yang sama dan keluar pada tahun 2011 mendapatkan upah sebesar Rp. 3 juta sekali transaksi.
                “Tersangka sudah beberapa kali melakukan barang atas perintah Mr X. untuk sekali pengambilan tersangka mendapatkan upah sebesar 3 juta rupiah,” tambahnya.
                Dalam kasus ini petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap istri pelaku PR, yang mengetahui adanya narkoba di rumahnya. Petugas juga masih melakukan penyelidikan dengan melacak salah satu penghuni lapas di Jawa Tengah sebagai pengendali peredaran sabu lintas provinsi tersebut.
               Atas perbuatannya, pelaku bakal di jerat dengan pasal 114 ayat 1 undang-undang no 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. Sementara istri tersangka tidak dilakukan penahanan dan hanya dikenakan wajib lapor.
                  “Istri tersangka tidak ditahan karena mendapat ancaman hukuman 1 tahun. Sang istri ini mengetahui suaminya jadi kurir, dan sempat menikmati hasilnya,” imbuhnya. (NH/EL)