Home Lintas Jateng Bupati Terbitkan Perbup Larangan Rokok di Kota Industri Rokok

Bupati Terbitkan Perbup Larangan Rokok di Kota Industri Rokok

image

Kudus, 20/5 (Beritajateng.net)-Belum lama ini Bupati Kudus menandatangani peraturan bupati (Perbup) nomor 18 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Hal tersebut diungkapkan Kepala Bagian Hukum Setda Kudus, Suhastuti, Rabu (20/5).

Dengan terbitnya peraturan tersebut, lanjutnya, berarti di wilayah Kabupaten Kudus orang tidak boleh merokok disembarang tempat. Tempat-tempat sarana publik, seperti tempat pendidikan, serta fasilitas kesehatan harus steril dari asap rokok.

Dengan terbitnya Perbup tersebut, Koordinator Gerakan Masyarakat Transformasi Kudus (Gemataku) Slamet Machmudi mengaku memberikan apresiasi. Hanya saja, sebagai pemimpin harusnya bupati konsekuen dengan apa yang dilakukannya.”Terbitnya aturan kawasan tanpa rokok bagi sebagian orang pasti dinilai bagus. Tapi harus diingat, sebagian besar masyarakat di Kudus menggantungkan hidup dari industri rokok,” katanya kepada Beritajateng.net melalui sambungan telepon, Rabu (20/5).

Sedikitnya, imbuhnya, ada sekitar 90 ribu buruh yang bekerja di sektor industri hasil tembakau (IHT) mulai dari pembuatan rokok, percetakan yang bekerjasama dengan pabrik rokok, hingga pedagang yang sebagian besar konsumennya adalah buruh rokok.”Artinya, jika pemerintah Kudus menerbitkan larangan merokok di tempat umum dan instansi, itu sama halnya mengurangi produksi rokok yang buntutnya akan berimbas pada pendapatan buruh,” tegas aktivis buruh yang mengaku sejak kecil tidak pernah merokok ini.

Mamik (sapaan akrab Slamet Machmudi) juga menegaskan, selama ini salah satu perusahaan rokok di Kudus sangat aktif membantu meningkatkan sarana pendidikan di berbagai sekolah di Kudus. Konsekuensinya, setelah terbitnya Perbup KTR, Pemkab Kudus harusnya menolak bantuan dari perusahaan rokok.”Kalau seperti itu sama saja dengan menolak lebahnya tetapi mau menerima madunya,” tandasnya. (BJ12)